NASIONAL
GMNI Dikaitkan PKI, Abdul Hafid Beri Ultimatum 2×24 Jam
AKTUALITAS.ID – Tudingan sepihak yang mengaitkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) memantik reaksi keras dari jajaran senior. Penasehat PA GMNI Bangkalan sekaligus mantan Presidium GMNI, Abdul Hafid, secara resmi melayangkan ultimatum 2×24 jam kepada pihak penuduh untuk segera memberikan klarifikasi terbuka.
Tudingan tersebut dinilai sebagai serangan serius yang mencoreng kehormatan organisasi, alumni, hingga para kader aktif. Abdul Hafid menegaskan bahwa narasi yang menyamakan GMNI dengan PKI sangat jauh dari akar historis organisasinya yang menjunjung tinggi tradisi intelektual dan akademik.
“Saya pribadi sebagai alumni GMNI sangat menyayangkan adanya tudingan tersebut. Ini bukan sekadar persoalan nama organisasi, tetapi juga menyangkut kader-kader yang sedang menjalani proses pendidikan dan kaderisasi,” tegas Abdul Hafid dalam keterangan resminya, Minggu (20/9/2026).
Kerugian moril dan materil menjadi ancaman nyata, terutama karena isu ini diembuskan saat GMNI tengah berada dalam momentum penerimaan anggota baru. Pernyataan tak berdasar semacam ini berpotensi merusak psikologis kader dan memicu kebingungan publik.
Untuk mencegah eskalasi konflik horizontal, Abdul menuntut pihak yang melempar isu tersebut untuk segera tampil dan mempertanggungjawabkan pernyataannya. Waktu 2×24 jam diberikan sebagai ruang bagi penuduh untuk membeberkan bukti dan fakta, bukan sekadar menyebar prasangka buta.
Jika tenggat waktu tersebut diabaikan, Abdul Hafid memastikan tidak akan segan menempuh jalur hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Meski opsi hukum telah disiapkan, ia menekankan bahwa dialog dan klarifikasi tetap menjadi prioritas utama demi menjaga suasana sosial yang kondusif. Persoalan ini dituntut untuk diselesaikan secara dewasa agar tidak berlarut menjadi pertentangan tak berujung di tengah masyarakat. (Mun)
-
POLITIK03/11/2026 20:00 WIB4 RUU Prioritas DPR Masa Persidangan II 2026, Ada RUU Perampasan Aset
-
POLITIK03/11/2026 19:00 WIBPemuda LIRA Desak DPR Segera Proses Pemakzulan Gibran
-
JABODETABEK04/11/2026 05:30 WIBBMKG: Sebagian Besar Jakarta Berpotensi Hujan Ringan Rabu
-
EKBIS03/11/2026 23:00 WIBSeharian Ngaspal, Ojol Cuma Bawa Pulang Rp60 Ribu
-
NASIONAL04/11/2026 05:00 WIBIJTI Usulkan Udin Bernas Jadi Pahlawan Nasional, Mensos Siapkan Proses Pengusulan
-
EKBIS04/11/2026 10:30 WIBRupiah Perkasa Lawan Dolar AS Jelang Pemilu Amerika
-
EKBIS04/11/2026 09:30 WIBIHSG Anjlok Hampir 1,5 Persen
-
POLITIK04/11/2026 06:00 WIBHabiburokhman Ungkap Dugaan Polisi Minta Rp50 Juta ke Kader Gerindra
















