Connect with us

DUNIA

Di Tengah Negosiasi, Iran Klaim Hancurkan Drone A

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil mencegat dan menembak jatuh sebuah drone pengintai MQ-9 milik Amerika Serikat di wilayah timur Selat Hormuz, Selasa (3/11/2026).

Klaim tersebut langsung menyita perhatian dunia karena terjadi di tengah sinyal membaiknya hubungan diplomatik kedua negara yang belakangan kembali terlibat negosiasi melalui jalur mediasi sejumlah negara.

Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, IRGC menyebut drone MQ-9 tersebut dihancurkan menggunakan sistem pertahanan udara generasi terbaru milik mereka. Teheran bahkan mengklaim pesawat nirawak itu merupakan drone Amerika ke-55 yang berhasil dilumpuhkan sejak ketegangan kedua negara berlangsung.

Tak hanya itu, IRGC juga mengaku berhasil menjatuhkan dua drone jenis MQM-170 milik Amerika Serikat pada hari yang sama. Kedua drone tersebut disebut terdeteksi beroperasi di kawasan selatan Pulau Qeshm yang berada di jalur strategis Selat Hormuz.

BACA JUGA  AS Serang Iran, Harga Minyak Dunia Meledak Lagi

Jika klaim tersebut benar, maka jumlah drone jenis MQM-170 yang berhasil diamankan atau dijatuhkan Iran disebut telah mencapai empat unit.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari militer Amerika Serikat terkait klaim yang dilontarkan Iran tersebut. Namun insiden ini langsung menambah ketegangan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu jalur energi paling vital di dunia.

Situasi semakin mencekam setelah laporan dari media setempat menyebut sedikitnya lima ledakan terdengar di Pulau Qeshm. Warga dilaporkan melihat dua pesawat melintas di atas wilayah tersebut sesaat sebelum suara ledakan menggema.

Perkembangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan optimisme bahwa kesepakatan dengan Iran bisa segera tercapai.

BACA JUGA  AS Disebut Siapkan Serangan Singkat tapi Intensif ke Iran

Melalui akun media sosial Truth Social, Trump bahkan menyebut harga minyak dunia mengalami penurunan tajam karena pasar menilai potensi perang antara Washington dan Teheran semakin mengecil.

“Harga minyak turun tajam karena orang-orang merasa tidak akan ada perang dengan Iran. Iran menginginkan penyelesaian secepat mungkin,” tulis Trump.

Namun insiden drone terbaru justru memunculkan tanda tanya besar mengenai arah hubungan kedua negara. Di tengah komunikasi diplomatik yang disebut berlangsung intensif, aksi militer dan klaim penembakan drone kembali memunculkan bayang-bayang konflik terbuka.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Amerika Serikat masih berlangsung melalui mediator internasional. Qatar dan Pakistan disebut memainkan peran aktif dalam menjembatani komunikasi kedua negara.

BACA JUGA  Yaman Diguncang 37 Serangan Saudi

Menurut Araghchi, situasi saat ini sangat sensitif sehingga konsultasi dilakukan secara intensif guna mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menilai pesan-pesan yang diterima Teheran melalui jalur perantara menunjukkan pengakuan Amerika Serikat terhadap posisi Iran dalam berbagai konflik regional belakangan ini.

Insiden penembakan drone di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia internasional. Selain berpotensi memperburuk hubungan Washington dan Teheran, peristiwa tersebut juga berisiko memengaruhi stabilitas kawasan Teluk dan pasar energi global yang selama ini sangat sensitif terhadap setiap perkembangan keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut. (Mun)

TRENDING