Connect with us

EKBIS

IHSG Anjlok Hampir 1,5 Persen

Aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Pasar saham Indonesia kembali mengalami tekanan berat pada awal perdagangan Rabu (4/11/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung terperosok ke zona merah sesaat setelah bel pembukaan dibunyikan, mencerminkan tingginya aksi jual dan memburuknya sentimen investor terhadap pasar domestik.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 4.856,96, turun 47,33 poin atau 0,97 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan jual tidak berhenti di sana. Hanya beberapa menit setelah perdagangan dimulai, indeks semakin terjerembab ke level 4.831,14, melemah 73,15 poin atau 1,49 persen.

Bahkan, IHSG sempat menyentuh posisi terendah harian di kisaran 4.824,36, menandai salah satu pembukaan perdagangan paling berat dalam beberapa waktu terakhir.

BACA JUGA  Kamis Pagi, IHSG Dibuka Menguat 10 Poin ke Level 6.064

Gelombang pelemahan yang terjadi sejak awal sesi menunjukkan mayoritas pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap saham domestik di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar.

Aktivitas transaksi terpantau tinggi. Hingga awal sesi perdagangan, volume transaksi mencapai miliaran saham dengan nilai transaksi menembus Rp1,8 triliun. Frekuensi perdagangan juga tercatat sangat aktif, menandakan tingginya perputaran dana di tengah tekanan pasar.

Data RTI menunjukkan hanya 92 saham yang berhasil menguat. Sebaliknya, sebanyak 502 saham terkoreksi dan 83 saham bergerak stagnan. Ketimpangan tersebut menggambarkan dominasi aksi jual yang melanda hampir seluruh sektor perdagangan.

Tekanan terhadap IHSG juga menyeret kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 turun 3,51 poin atau 0,71 persen ke posisi 493,76, menunjukkan saham-saham berkapitalisasi besar turut menjadi sasaran pelepasan investor.

BACA JUGA  IHSG dan LQ45 Kompak Menguat Pagi Ini (17/11), Investor Uji Resisten 8.400

Pelaku pasar kini menyoroti meningkatnya kekhawatiran terhadap posisi pasar modal Indonesia di mata investor global. Salah satu sentimen yang membebani pergerakan IHSG adalah munculnya ancaman penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari kategori Emerging Market menjadi Standalone Market.

Kekhawatiran tersebut semakin memperkuat persepsi bahwa krisis kepercayaan investor masih membayangi bursa domestik. Jika sentimen negatif berlanjut, tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih akan tinggi sepanjang perdagangan.

Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu sejumlah katalis yang dapat meredam gejolak, mulai dari perkembangan ekonomi global, stabilitas nilai tukar rupiah, hingga langkah regulator dalam menjaga daya tarik pasar modal Indonesia di tengah persaingan ketat antarnegara berkembang.

BACA JUGA  IHSG Kena Jebakan Batman! Eh, Malah Nyungsep 18 Poin

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp8.560 triliun, pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini menjadi perhatian serius pelaku pasar karena mencerminkan arah kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional dalam jangka pendek. (Firman/Mun)

TRENDING