Connect with us

EKBIS

IHSG Terjun Bebas ke Level 5.100-an

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu (28/10/2026) dengan tekanan besar. Aksi jual yang mendominasi pasar membuat indeks langsung terperosok ke zona merah sejak menit-menit awal perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG dibuka di level 5.249,07 dan tak lama kemudian mengalami tekanan hingga turun ke level 5.191,55 atau melemah 74,58 poin setara 1,42 persen.

Tekanan jual terus membayangi pasar. Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tercatat berada di posisi 5.233,18, turun 32,95 poin atau 0,63 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Pergerakan indeks sepanjang sesi pagi menunjukkan volatilitas yang tinggi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.255, namun gagal mempertahankan penguatan dan terjerembab hingga level terendah 5.183.

BACA JUGA  IHSG Hari Ini: Saham ACES Melonjak dan Semua Mata Tertuju pada Pergerakan Pasar

Mayoritas saham yang diperdagangkan bergerak di zona merah. Sebanyak 415 saham melemah, hanya 189 saham menguat, sementara 145 saham lainnya stagnan. Pada pembukaan perdagangan, bahkan tercatat 357 saham langsung terkoreksi dibandingkan 159 saham yang menguat.

Aktivitas transaksi tergolong ramai. Volume perdagangan mencapai ratusan juta lot dengan nilai transaksi menembus triliunan rupiah. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat berada di kisaran Rp9.177 triliun.

Tekanan terhadap IHSG semakin kuat setelah investor asing kembali melakukan aksi jual bersih (net sell). Sepanjang perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat membukukan penjualan bersih sebesar Rp668,26 miliar di seluruh pasar.

Sementara itu, pelemahan indeks pagi ini paling banyak dibebani oleh sektor-sektor utama. Sektor infrastruktur menjadi yang paling terpukul setelah anjlok 2,4 persen, disusul sektor teknologi yang turun 1,3 persen, serta sektor energi yang melemah 0,7 persen.

BACA JUGA  IHSG Menguat! Optimisme The Fed Pangkas Suku Bunga Dorong Indeks Senin (30/6)

Kondisi tersebut menunjukkan sentimen pasar masih dibayangi kekhawatiran investor terhadap berbagai faktor eksternal maupun domestik. Arus keluar dana asing serta tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar membuat IHSG belum mampu keluar dari tren pelemahan.

Dengan dominasi saham merah dan derasnya aksi jual di pasar, pelaku pasar kini menanti apakah IHSG mampu bangkit pada sesi berikutnya atau justru melanjutkan koreksi lebih dalam menuju level psikologis yang lebih rendah.(Firman/Mun)

TRENDING