Connect with us

EKBIS

Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2,57 Juta

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan taringnya. Pada perdagangan hari Rabu (28/10/2026), harga emas Antam 24 karat melonjak Rp20.000 per gram dan kini berada di level Rp2.570.000 per gram.

Kenaikan ini sekaligus mempertegas tren penguatan harga emas yang terus bertahan di level tinggi. Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga ikut terkerek Rp20.000 menjadi Rp2.365.000 per gram.

Lonjakan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi para investor dan pemilik logam mulia. Pasalnya, harga buyback yang meningkat memungkinkan pemegang emas memperoleh nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak pada kisaran Rp2.540.000 hingga Rp2.570.000 per gram. Sementara dalam satu bulan terakhir, logam mulia ini berfluktuasi di rentang Rp2.540.000 hingga Rp2.580.000 per gram.

BACA JUGA  Stagnan, Harga Emas Antam Dijual Rp 937.000/Gram

Kenaikan harga emas ini kembali memicu perhatian masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan global.

Masyarakat yang ingin membeli emas Antam juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017, pembelian emas batangan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen. Namun, tarif tersebut dapat ditekan menjadi 0,45 persen apabila pembeli menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini
0,5 gram: Rp1.335.000
1 gram: Rp2.570.000
2 gram: Rp5.080.000
3 gram: Rp7.595.000
5 gram: Rp12.625.000
10 gram: Rp25.195.000
25 gram: Rp62.862.000
50 gram: Rp125.645.000
100 gram: Rp251.212.000
250 gram: Rp627.765.000
500 gram: Rp1.255.320.000
1.000 gram: Rp2.510.600.000

BACA JUGA  Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp 13.000 per Gram

Harga emas yang terus bertahan di area tertinggi membuat logam mulia kembali menjadi primadona investasi. Pelaku pasar kini menanti apakah tren kenaikan ini akan berlanjut atau justru memicu aksi ambil untung dalam waktu dekat. (Firman/Mun)

TRENDING