Connect with us

NASIONAL

Geger UGM! 311 Ucapan Tak Pantas Prabowo Dalam 2 Tahun

Aktualitas.id -

Presiden Prabowo Subianto, dok: aktualitas.id

AKTUALITAS.ID – Kelompok studi Electoral Politics & Public Opinion Studies (EPPOS) PolGov Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis kajian terbaru yang menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto selama dua tahun pertama masa pemerintahannya, sejak Oktober 2024 hingga Oktober 2026.

Kajian bertajuk “Dua Tahun di Podium” itu mengungkap berbagai temuan terkait intensitas pidato, pola komunikasi politik, hingga kecenderungan retorika Presiden Prabowo yang dinilai mengalami perubahan signifikan dalam dua tahun terakhir.

Dalam rilis yang dikutip Selasa (27/10/2026), tim peneliti menyebut kajian dilakukan selama dua bulan dengan menganalisis rekaman video pidato Presiden Prabowo yang sebagian besar berasal dari kanal resmi Sekretariat Presiden serta sejumlah sumber media terverifikasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama dua tahun menjabat, Prabowo telah menyampaikan 166 pidato publik dengan total durasi mencapai 80,6 jam atau setara 326,8 ribu kata.

BACA JUGA  Defiyan: Menteri Jangan Jadi Beban Prabowo

Rata-rata Presiden berpidato sebanyak 6,6 kali setiap bulan atau sekitar 1,6 kali dalam sepekan.

Topik yang paling sering muncul dalam pidato Prabowo adalah isu energi, BUMN dan swasembada sebesar 14,2 persen, diikuti TNI-Polri dan penertiban 13,4 persen, serta Pancasila, agama dan kebangsaan sebanyak 11,5 persen.

Peneliti juga menemukan tren meningkatnya durasi pidato Presiden dari semester ke semester. Pada semester pertama, total waktu berbicara tercatat 9,9 jam, sementara pada semester keempat melonjak menjadi 29,2 jam.

Seiring peningkatan durasi tersebut, pidato yang berisi program pemerintahan juga meningkat tajam dari hanya tiga pidato pada semester awal menjadi 27 pidato pada semester keempat.

Namun, di saat yang sama, kajian mencatat adanya penurunan tingkat kepuasan publik berdasarkan kompilasi 29 survei yang dianalisis. Rata-rata kepuasan publik disebut turun dari 80,5 persen menjadi 58 persen.

BACA JUGA  Defiyan: Menteri Jangan Jadi Beban Prabowo

Salah satu temuan yang paling menyita perhatian adalah adanya 311 insiden ucapan tidak pantas yang ditemukan dalam 84 dari total 166 pidato Presiden Prabowo.

Tim peneliti menilai fenomena tersebut bukan merupakan kejadian sesaat atau insidental, melainkan pola yang terus muncul selama dua tahun pemerintahan berjalan.

Menurut hasil kajian, jumlah insiden meningkat dari 105 kasus pada tahun pertama menjadi 206 kasus pada tahun kedua.

Sebanyak 222 insiden atau 71,4 persen dari keseluruhan temuan bahkan terjadi dalam acara kenegaraan maupun program pemerintah yang disiarkan melalui kanal resmi.

Kajian juga menyebut sasaran terbesar dari ucapan yang dikategorikan tidak pantas itu adalah kelompok pengkritik dan masyarakat sipil.

Tercatat hampir separuh insiden yang ditemukan berkaitan dengan upaya mendelegitimasi kritik yang ditujukan kepada pemerintah.

Selain itu, peneliti menemukan adanya peningkatan retorika populisme dan antagonisme dalam pidato Presiden.

BACA JUGA  Defiyan: Menteri Jangan Jadi Beban Prabowo

Skor antagonisme tercatat naik dari 0,99 pada tahun pertama menjadi 1,32 pada tahun kedua. Sementara skor populisme meningkat dari 1,23 menjadi 1,65 pada periode yang sama.

Peneliti mencatat terdapat 39 kalimat yang telah diverifikasi dan menunjukkan pola pertentangan antara narasi “rakyat” dengan kelompok elite atau pihak lawan.

Menurut EPPOS PolGov UGM, temuan tersebut menunjukkan bahwa retorika “kita melawan mereka” semakin menguat dalam komunikasi politik Presiden selama tahun kedua pemerintahannya.

Tim peneliti berharap hasil kajian ini dapat menjadi bahan evaluasi publik sekaligus referensi bagi pengambil kebijakan untuk memahami pola komunikasi politik dalam pemerintahan.

Laporan tersebut juga menegaskan bahwa pidato presiden merupakan dokumen publik yang dapat diuji, ditelaah, dan dievaluasi secara akademik sebagai bagian dari mekanisme akuntabilitas dalam sistem demokrasi. (Bowo/Mun)

Continue Reading

TRENDING