EKBIS
Rupiah Tak Mampu Melawan Dominasi Dolar
AKTUALITAS.ID – Tekanan terhadap rupiah belum juga mereda. Pada pembukaan perdagangan Kamis (22/10/2026), nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 09.31 WIB tercatat melemah 26 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp18.048 per dolar AS. Sementara data Bloomberg lainnya menunjukkan rupiah berada di level Rp18.036 per dolar AS, turun 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp18.022 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi ketika mayoritas mata uang utama Asia justru menunjukkan kinerja yang lebih baik terhadap dolar AS. Yen Jepang menguat 0,11 persen, baht Thailand naik 0,08 persen, won Korea Selatan menguat 0,19 persen, serta rupe India melonjak 0,48 persen.
Di sisi lain, hanya beberapa mata uang regional yang masih mengalami tekanan. Peso Filipina melemah 0,09 persen dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya sejalan dengan tren kawasan, sehingga menimbulkan kekhawatiran tersendiri di kalangan pelaku pasar.
Data Yahoo Finance bahkan menunjukkan pergerakan yang berbeda, di mana rupiah berada pada level Rp17.943 per dolar AS dan cenderung stagnan dibandingkan pembukaan perdagangan sebelumnya. Namun secara umum, sentimen pasar masih melihat rupiah bergerak dalam tekanan akibat kuatnya posisi dolar AS di pasar global.
Sementara itu, pergerakan greenback terhadap mata uang utama dunia berlangsung bervariasi. Dolar AS tercatat menguat terhadap dolar Kanada dan franc Swiss, namun melemah terhadap euro, yen Jepang, poundsterling Inggris, serta dolar Australia.
Situasi tersebut menggambarkan bahwa meskipun dominasi dolar AS tidak merata terhadap seluruh mata uang global, tekanan terhadap rupiah masih belum sepenuhnya mereda.
Pelaku pasar kini menunggu arah kebijakan ekonomi global dan perkembangan pasar keuangan internasional yang dapat menjadi penentu berikutnya bagi pergerakan mata uang Garuda. Selama rupiah masih berada di atas level Rp18.000 per dolar AS, kekhawatiran terhadap volatilitas nilai tukar diperkirakan akan tetap membayangi pasar domestik.
Level Rp18.000 kini menjadi sorotan utama. Semakin lama rupiah bertahan di atas batas psikologis tersebut, semakin besar perhatian investor terhadap stabilitas pasar keuangan nasional. (Firman/Mun)
-
POLITIK21/10/2026 14:00 WIBWaka Komisi II DPR Dorong Penguatan DKPP
-
RIAU21/10/2026 15:30 WIBPolda Riau Bongkar Gudang Penyelewengan BBM Subsidi 6.500 Liter
-
NASIONAL21/10/2026 12:00 WIB
Netanyahu: Israel Siap Serang Iran Sendiri Tanpa AS
-
JABODETABEK21/10/2026 14:30 WIBRatusan Warga Tangsel Terserang Muntaber
-
DUNIA21/10/2026 18:00 WIBTrump Sebut Paris Bakal Jadi Kota Muslim
-
NUSANTARA21/10/2026 13:30 WIB129 Hari Tak Masuk Kerja, Hakim PN Cibinong Diberhentikan
-
NASIONAL21/10/2026 16:00 WIBDadang Naser Desak Bentuk Badan Reforma Agraria Nasional
-
JABODETABEK21/10/2026 12:30 WIBPERDAMI Bekasi Bantu Operasi Katarak Gratis

















