EKBIS
Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram
AKTUALITAS.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini, Selasa (20/10/2026). Setelah sempat naik tipis pada perdagangan sebelumnya, logam mulia Antam kini berbalik arah dan turun Rp10 ribu per gram.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok sebesar Rp2,564 juta per gram, turun dibandingkan harga kemarin. Penurunan ini sekaligus menjadi perhatian pelaku pasar dan investor yang terus memantau pergerakan aset safe haven tersebut.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga jual kembali emas Antam juga ikut terkoreksi. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2,379 juta per gram, turun Rp10 ribu dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Koreksi harga ini membuat sebagian investor mulai mempertimbangkan momentum untuk melakukan akumulasi pembelian, terutama di tengah dinamika pasar global yang masih berpengaruh terhadap pergerakan harga logam mulia.
Sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku, transaksi jual kembali emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan tiga persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak tersebut langsung dipotong dari total nilai buyback.
Sementara untuk pembelian emas batangan, konsumen dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk pembeli non-NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti pemotongan pajak resmi.
Berikut daftar harga emas Antam terbaru per Selasa (20/10/2026):
0,5 gram: Rp1,332 juta
1 gram: Rp2,564 juta
2 gram: Rp5,068 juta
3 gram: Rp7,577 juta
5 gram: Rp12,595 juta
10 gram: Rp25,135 juta
25 gram: Rp62,712 juta
50 gram: Rp125,345 juta
100 gram: Rp250,612 juta
250 gram: Rp626,265 juta
500 gram: Rp1,252 miliar
1.000 gram: Rp2,504 miliar
Penurunan harga emas Antam hari ini menjadi sinyal penting bagi investor yang tengah menunggu momentum masuk pasar. Meski terkoreksi, emas masih menjadi instrumen lindung nilai yang banyak diburu saat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global meningkat. (Firman/Mun)
-
DUNIA19/10/2026 15:00 WIBDemo Mahasiswa dan Kenaikan Biaya Hidup Picu Kekacauan di Belgia
-
DUNIA19/10/2026 12:00 WIBHakim Timothy J. Kelly Perintahkan Pemerintah Trump Pertahankan Akses Pers
-
RIAU19/10/2026 17:48 WIBPolda Riau Berhasil Lakukan Pengungkapan 47 Kg Sabu di Pekanbaru
-
NUSANTARA19/10/2026 12:30 WIBBocah Berkebutuhan Khusus Disiksa Sampai Mati di Teras Rumah Sendiri
-
NUSANTARA19/10/2026 14:30 WIBDPRD DIY Tolak Gaji PNS Lewat Koperasi
-
NASIONAL19/10/2026 14:00 WIBDua Kali Tumbang di Pengadilan, Menteri HAM Lawan Balik ke MA
-
JABODETABEK19/10/2026 19:29 WIBDua Saksi Bank Ungkap Aliran Dana Rp80 Juta dari VL ke Bangun Paulus
-
OTOTEK19/10/2026 13:30 WIBSegera Matikan Fitur Ini Kalau Tak Mau M-Banking Dibobol Begal Digital

















