Connect with us

DUNIA

IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone AS di Selat Hormuz

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (AS) berada di ambang ledakan baru. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengonfirmasi telah mencegat dan menembak jatuh pesawat nirawak (drone) canggih jenis MQ-1 milik militer AS di atas kawasan strategis Selat Hormuz, Senin (14/9/2026).

Dalam pernyataan resminya, IRGC mengklaim bahwa drone pengintai buatan General Atomics tersebut dirontokkan menggunakan sistem pertahanan udara terbaru yang baru saja mereka kembangkan. Langkah berani Teheran ini langsung menyulut eskalasi baru dalam konflik bersenjata yang telah berkecepatan tinggi selama tujuh bulan terakhir.

Insiden panas di udara ini memukul mundur upaya diplomasi. Pertemuan krusial antara negara-negara Teluk dan Iran yang digagas untuk membahas keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz dipastikan batal terlaksana. Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, mengonfirmasi penundaan agenda tersebut akibat belum tercapainya konsensus di tengah kebuntuan komunikasi langsung antara Washington dan Teheran.

BACA JUGA  AS-Israel Serang Dua Dermaga di Selat Hormuz

Eskalasi di lapangan berbanding lurus dengan retorika panas dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak ragu melanjutkan operasi militernya di kawasan tersebut. Trump bahkan terang-terangan membuka opsi untuk menguasai cadangan minyak Iran—meniru pola kesepakatan kontroversial AS dengan Venezuela pada Agustus lalu yang menyerahkan kendali atas 65 miliar barel minyak demi kucuran dana US$ 209 miliar.

“Kita pada akhirnya akan keluar, kecuali jika kita memutuskan untuk tetap tinggal dan mempertahankan minyak seperti Venezuela,” cetus Trump saat menghadiri ajang olahraga di Irlandia.

Meski Trump mengklaim konflik bisa mereda pascapemilu paruh waktu pada November mendatang, fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Terlebih, aksi militer kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb serta penutupan jalur pipa utama East-West Pipeline milik Arab Saudi makin memperkeruh rantai pasok energi.

BACA JUGA  Houthi Siap Hujani Saudi dengan Rudal dan Drone

Imbas rontoknya drone AS ini langsung menghantam pasar finansial dunia. Harga minyak mentah dunia meroket secara dramatis hingga menembus angka US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei. Minyak mentah patokan Brent melonjak 2,4% hingga menyentuh US$ 107,11 per barel, sementara jenis West Texas Intermediate (WTI) terkerek naik ke posisi US$ 102,39 per barel.

Penembakan drone MQ-1 ini menjadi sinyal bahaya bagi perekonomian global. Jika Selat Hormuz benar-benar terkunci oleh aksi saling balas armada tempur kedua negara, gelombang krisis energi dipastikan bakal mengguncang dunia dalam waktu dekat. (Mun)

TRENDING