DUNIA
Houthi Siap Hujani Saudi dengan Rudal dan Drone
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang fasilitas minyak dan infrastruktur vital Arab Saudi apabila Riyadh terus melancarkan serangan militer ke wilayah Yaman.
Ancaman tersebut disampaikan pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, dalam pidato yang disiarkan televisi milik Houthi pada Kamis (16/7/2026).
Menurut Abdul Malik, seluruh fasilitas minyak dan instalasi strategis Arab Saudi dapat menjadi sasaran rudal maupun drone apabila pemerintah Saudi terus terlibat dalam operasi militer terhadap Yaman.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan pola balasan yang setara.
“Persamaan sebenarnya adalah bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan blokade untuk blokade,” kata Abdul Malik al-Houthi.
Pernyataan tersebut muncul setelah Arab Saudi dilaporkan melancarkan serangan ke Bandara Sana’a, Yaman.
Di sisi lain, Axios melaporkan bahwa Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MbS), meminta dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk melakukan operasi militer terhadap Houthi. Menurut laporan tersebut, Trump memberikan persetujuan atas langkah itu.
Sebagai respons, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya telah meluncurkan operasi militer yang menargetkan Bandara Internasional Abha di Arab Saudi menggunakan rudal balistik dan drone.
Menurut Saree, operasi tersebut merupakan balasan atas apa yang disebutnya sebagai agresi militer Saudi terhadap Yaman.
Ia juga menyatakan bahwa eskalasi terbaru membuat kesepakatan gencatan senjata informal yang telah berlaku sejak Maret 2022 tidak lagi berjalan sebagaimana sebelumnya.
Meningkatnya konfrontasi antara Houthi dan Arab Saudi terjadi di tengah situasi keamanan kawasan yang juga dipengaruhi berbagai konflik lain di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait ancaman terbaru yang disampaikan pemimpin Houthi tersebut. Situasi di kawasan masih terus berkembang, sementara berbagai pihak mencermati potensi dampaknya terhadap stabilitas regional maupun keamanan jalur energi. (Mun)
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
DUNIA14/09/2026 00:00 WIBHouthi Kuasai Bab al-Mandeb, Dunia Panik
-
NASIONAL14/09/2026 06:00 WIBSepekan Laut Membisu, Jakarta Gelar Panggung Doa untuk 5 Jurnalis Hilang
-
JABODETABEK13/09/2026 22:00 WIBAnak Tengah Pembunuh Sekeluarga Divonis Seumur Hidup
-
EKBIS14/09/2026 10:15 WIBHarga BBM Pertamina 14 September 2026
-
NASIONAL14/09/2026 10:00 WIBPDIP Desak Polisi Jerat Otak Kerusuhan Pakai KUHP Baru
-
EKBIS14/09/2026 11:45 WIBPemerintah Ketok Palu Tarif Listrik PLN 14–20 September 2026
-
DUNIA14/09/2026 12:00 WIBRahasia Perselingkuhan Netanyahu Dibuka Lagi

















