Connect with us

OASE

Al-Qur’an Sudah Bicara Soal Laut Jauh Sebelum Sains Modern

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Laut bukan sekadar hamparan air yang memisahkan daratan. Dalam Al-Qur’an, lautan berkali-kali disebut sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang mengajak manusia berpikir, meneliti, dan mengambil pelajaran dari alam semesta.

Kata bahr (laut) disebut sekitar 32 kali dalam Al-Qur’an. Berbagai ayat menjelaskan fungsi laut sebagai sumber kehidupan, jalur pelayaran, tempat mencari rezeki, hingga fenomena alam yang masih menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan modern.

Salah satu ayat yang paling banyak dibahas adalah Surah Al-Furqan ayat 53 dan Surah Ar-Rahman ayat 19-20. Dalam ayat tersebut dijelaskan adanya dua massa air yang berdampingan, satu tawar dan satu lagi asin, dengan adanya barzakh atau batas yang menghalangi keduanya.

Fenomena ini sering dikaitkan dengan kondisi pertemuan dua massa air yang memiliki karakteristik berbeda, seperti kadar garam, suhu, dan massa jenis. Dalam oseanografi modern dikenal adanya zona transisi atau gradien yang membatasi pencampuran secara bertahap. Para ulama maupun ilmuwan memiliki penafsiran dan penjelasan yang beragam mengenai ayat tersebut.

BACA JUGA  Peringati HUT ke 42, PT PDC Wakaf 1000 Al-Qur'an

Tak hanya itu, Surah An-Nur ayat 40 juga menggambarkan kondisi laut dalam yang gelap gulita, dilapisi gelombang demi gelombang dan awan. Gambaran tersebut kerap dikaitkan dengan fakta bahwa cahaya matahari hanya mampu menembus hingga kedalaman tertentu, sementara wilayah laut yang lebih dalam berada dalam kondisi sangat minim cahaya.

Di sisi lain, Al-Qur’an juga menegaskan fungsi praktis lautan bagi kehidupan manusia.

Dalam Surah An-Nahl ayat 14, Allah SWT menjelaskan bahwa laut ditundukkan agar manusia dapat memperoleh ikan sebagai sumber pangan, mengambil perhiasan seperti mutiara, menyaksikan kapal-kapal berlayar, hingga mencari karunia berupa perdagangan dan berbagai aktivitas ekonomi.

Makna serupa kembali ditegaskan dalam Surah Al-Jasiyah ayat 12 yang menyebut bahwa lautan menjadi sarana pelayaran sehingga manusia dapat mencari rezeki dan bersyukur atas nikmat-Nya.

BACA JUGA  Alasan Mengapa 'Induk Alquran' Duduk Manis di Awal Mushaf

Sementara itu, Surah Ar-Rahman ayat 22 mengungkap bahwa dari lautan keluar mutiara dan marjan (karang), yang sejak dahulu hingga kini menjadi komoditas bernilai tinggi.

Adapun Surah An-Naml ayat 61 kembali mengajak manusia merenungkan siapa yang menjadikan bumi, sungai, gunung, dan pemisah antara dua lautan sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

Bagi umat Islam, ayat-ayat tentang laut bukan hanya dipahami sebagai penjelasan mengenai fenomena alam, tetapi juga sebagai ajakan untuk mengamati ciptaan Allah, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan semakin memperkuat rasa syukur.

Seiring berkembangnya teknologi kelautan dan oseanografi, berbagai fenomena yang disebut dalam Al-Qur’an terus menjadi bahan kajian ilmiah. Meski demikian, penting dipahami bahwa Al-Qur’an adalah kitab petunjuk (hidayah), bukan buku sains, sehingga hubungan antara ayat-ayat tersebut dengan temuan ilmiah merupakan wilayah kajian dan interpretasi yang terus berkembang.

BACA JUGA  Al-Quran Bongkar Kontras Surga & Neraka

Pesan utama yang ditekankan Al-Qur’an tetap sama, yakni mengajak manusia memperhatikan alam semesta sebagai tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta, sekaligus memanfaatkan sumber daya laut secara bijaksana, bertanggung jawab, dan penuh rasa syukur. (Mun)

TRENDING