Connect with us

DUNIA

AS Klaim Tembak Semua Drone Iran Sekaligus

Aktualitas.id -

Ilustrasi drone, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengklaim telah menembak jatuh sejumlah drone militer Iran di wilayah strategis Selat Hormuz pada Sabtu (13/6/2026) pagi waktu setempat.

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah adanya laporan bahwa proses kesepakatan damai antara Washington dan Teheran disebut semakin mendekati titik final.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa Iran meluncurkan beberapa drone serang satu arah yang diduga menargetkan kapal-kapal komersial yang melintas di jalur perdagangan internasional tersebut.

“Pasukan AS telah menembak jatuh seluruh drone tersebut dalam beberapa jam terakhir, sementara lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz tetap berjalan normal tanpa gangguan,” demikian pernyataan CENTCOM melalui media sosial X.

CENTCOM juga menegaskan bahwa Selat Hormuz – yang menjadi jalur vital distribusi minyak dan gas dunia dari kawasan Teluk – masih tetap terbuka untuk aktivitas perdagangan internasional, meski situasi keamanan terus dipantau ketat.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, yang kerap menjadi titik panas ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, perkembangan ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung antara kedua negara. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa mediasi internasional yang melibatkan Pakistan telah mendorong pembicaraan menuju kesepakatan kerangka perdamaian.

Pada Jumat (12/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengungkapkan adanya rancangan nota kesepahaman yang berpotensi menjadi dasar penghentian konflik secara lebih luas, termasuk di kawasan Lebanon.

Dokumen yang disebut sebagai “Memorandum of Understanding Islamabad” itu diklaim akan membuka jalan bagi penghentian permusuhan, pencabutan sanksi, hingga pengaturan ulang keamanan regional.

“Berakhirnya perang akan diumumkan di semua front, termasuk Lebanon,” ujar Araghchi dalam wawancara dengan media pemerintah Iran.

Meski demikian, perkembangan di Selat Hormuz menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih sangat rapuh. Serangan drone dan respons militer AS menandakan bahwa ketegangan belum sepenuhnya mereda, meskipun jalur diplomasi terus berjalan.

Hingga kini, baik pihak AS maupun Iran belum memberikan konfirmasi lanjutan terkait kemungkinan eskalasi terbaru di kawasan tersebut. (Mun)

TRENDING