EKBIS
Harga Minyak Meledak Usai Trump Ancam Iran
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Harga minyak dunia terpantau melonjak tajam pada perdagangan Kamis (7/5/2026) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras untuk membombardir Iran jika kesepakatan damai tidak segera tercapai.
Berdasarkan data CNBC, harga minyak acuan global Brent untuk kontrak Juli naik 0,91% ke level US$ 102,19 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni menguat 1,23% menjadi US$ 96,25 per barel.
Strategis ekuitas AS Citi, Scott Chronert, menyebut bahwa konflik yang berkepanjangan ini menjadi variabel krusial bagi ekonomi global. “Ini memengaruhi cara The Fed melihat arah suku bunga ke depan,” ujarnya.
Meski sebelumnya sempat beredar laporan bahwa Washington dan Teheran mendekati kesepakatan, pernyataan terbaru Trump justru membalikkan keadaan. Trump menegaskan bahwa operasi militer yang dijuluki “Operation Epic Fury” hanya akan dihentikan jika Iran tunduk pada 14 poin nota kesepahaman.
“Jika kesepakatan tidak disetujui, serangan akan dimulai kembali dengan intensitas yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya,” tegas Trump.
Jika kesepakatan tercapai, AS berjanji akan mencabut blokade laut di Teluk Oman dan membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas perdagangan internasional secara penuh.
Menanggapi gertakan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari proposal tersebut. Namun, ia menyentil keras gaya diplomasi Trump melalui unggahan di media sosial X.
“Negosiasi membutuhkan itikad baik, bukan pemaksaan, ancaman, atau tekanan,” tulis Baqaei.
Mantan Duta Besar AS untuk Oman, Marc Sievers, menilai kunci stabilitas saat ini ada pada pembukaan Selat Hormuz tanpa gangguan dari Garda Revolusi Iran. Hal ini sangat krusial agar distribusi energi dunia kembali normal tanpa adanya pungutan ilegal terhadap kapal tanker yang melintas.
Pasar kini dalam posisi wait and see, menunggu apakah mediator di Pakistan mampu menjembatani ego kedua negara sebelum “Operation Epic Fury” benar-benar melumpuhkan pasokan energi global. (Firman/Mun)
-
POLITIK06/08/2026 17:00 WIBMardani Nilai Oposisi dan Koalisi Sama-Sama Terhormat
-
NASIONAL06/08/2026 10:00 WIBSahroni Minta TNI-Polri Kawal Langsung Kasus Polisi Tewas
-
EKBIS06/08/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam Tembus Rp2,679 Juta per Gram
-
EKBIS06/08/2026 10:30 WIBRupiah Menguat ke Rp17.900 per Dolar AS
-
NASIONAL06/08/2026 11:00 WIBKPK: Raja Juli Diduga Terima Sin$14.000 dari Bupati Kuansing
-
RIAU06/08/2026 18:15 WIBMerawat Pesisir di Rupat, Ekspedisi Merah Putih Polda Riau Bantu Nelayan dan Tanam 1.000 Mangrove
-
NUSANTARA06/08/2026 13:30 WIBOknum Polisi Bunuh Lansia Usai Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
-
POLITIK06/08/2026 06:00 WIBIsu Ganti Kapolri Memanas! ProDem Sebut Ada Upaya Ganggu Pemerintahan Prabowo

















