Connect with us

DUNIA

Iran Klaim Jatuhkan Lagi Drone AS di Hormuz

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID – Gencatan senjata tampaknya hanya sekadar di atas kertas. Tensi di Timur Tengah kembali mendidih setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali unjuk taring dengan menembak jatuh drone (pesawat tak berawak) canggih milik Amerika Serikat (AS), MQ-9, pada Rabu (16/9/2026) dini hari.

Insiden perontokan drone kebanggaan militer AS ini terjadi tepat di atas langit Pulau Qeshm, kawasan strategis Selat Hormuz.

Dalam keterangan resminya yang dikutip Anadolu Agency, IRGC menegaskan bahwa radar sistem pertahanan udara Iran mendeteksi penyusupan MQ-9 pada pukul 02.29 waktu setempat. Tanpa ampun, misil Iran langsung menghantam jatuh pesawat canggih tersebut.

Lebih mengejutkannya lagi, IRGC mengklaim bahwa ini adalah drone ke-52 milik Washington yang berhasil mereka ubah menjadi rongsokan. Hingga berita ini diturunkan, militer AS masih bungkam dan belum memberikan bantahan atau komentar terkait insiden memalukan tersebut.

BACA JUGA  Agresi AS-Israel ke Iran Ancam Selat Hormuz dan Bab el Mandeb, Ekonomi Dunia di Ujung Risiko

Kehancuran MQ-9 pada Rabu dini hari ini menambah daftar panjang kerugian militer udara AS. Sehari sebelumnya, IRGC dengan beringas juga telah merontokkan tiga drone jenis MQ di sekitar kawasan Selat Hormuz yang dijaga ketat oleh Teheran.

Rangkaian penembakan jatuh ini bukan tanpa alasan. AS secara intensif terus menggempur wilayah Iran, mengabaikan kesepakatan damai yang telah dibuat sebelumnya.

Konflik ini merupakan buntut panjang dari invasi brutal AS dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari lalu. Serangan habis-habisan tersebut memicu krisis besar setelah Pemimpin Tertinggi dan deretan pejabat elite pertahanan Teheran tewas. Tidak tinggal diam, Iran saat itu langsung membalas dengan menutup total Selat Hormuz untuk mencekik urat nadi ekonomi kedua negara musuhnya.

BACA JUGA  IRGC Klaim Bikin Amerika Babak Belur dalam Perang 17 Hari

Dunia sempat bernapas lega saat AS dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata pada bulan April, yang kemudian disusul dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang pada Juni. Sayangnya, janji Washington terbukti palsu. Di tengah periode April hingga Juni, AS terang-terangan melanggar kesepakatan dengan terus membombardir Iran.

Kini, dengan rontoknya puluhan drone milik AS, Iran seolah mengirimkan pesan keras: mereka siap membalas setiap pengkhianatan yang dilakukan oleh Washington. (Mun)

TRENDING