DUNIA
IRGC Klaim Bikin Amerika Babak Belur dalam Perang 17 Hari
AKTUALITAS.ID – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melontarkan klaim besar mengenai hasil konfrontasi militernya dengan Amerika Serikat. Teheran menyatakan pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil memberikan pukulan berat terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut selama konflik yang mereka sebut sebagai “Perang 17 Hari Muharram.”
Pernyataan itu disampaikan Penasihat Keamanan Pemimpin Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, yang menilai operasi militer Iran telah mengubah jalannya konflik.
“Kita harus menyebut konflik ini sebagai Perang Ketiga atau Perang 17 Hari Muharram, di mana kita juga memberikan pukulan telak ke Amerika,” kata Rezaei dalam wawancara dengan media Iran, Mehr News.
Menurut Rezaei, serangan Iran disebut menyasar pangkalan-pangkalan militer AS di Irak dan Kuwait hingga memaksa Washington mengevakuasi sejumlah fasilitas. Namun, klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak Iran dan belum terdapat konfirmasi independen dari pemerintah Amerika Serikat mengenai tingkat kerusakan atau evakuasi yang dimaksud.
Tak hanya mengklaim keberhasilan operasi militer, Rezaei juga menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak menjalankan komitmennya dalam nota kesepahaman (MoU) maupun kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua negara.
Ia mengeklaim AS hanya mematuhi kesepakatan tersebut selama beberapa hari sebelum kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Rezaei juga menyoroti aktivitas Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz, yang disebutnya sebagai upaya membangun pengaturan baru di jalur pelayaran strategis itu. Ia mengklaim pasukan Iran sempat menargetkan beberapa kapal sebagai bentuk respons terhadap langkah Washington.
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat pada pertengahan Juli setelah kedua pihak saling melancarkan serangan. Sebelumnya, kedua negara diketahui sempat mencapai sejumlah kesepakatan, termasuk nota kesepahaman mengenai penghentian pertempuran dan penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing, serta gencatan senjata yang telah beberapa kali diumumkan.
Meski demikian, hubungan kedua negara tetap diwarnai saling tuding pelanggaran kesepakatan, sehingga situasi keamanan di Timur Tengah masih berada dalam kondisi yang sangat rapuh.
Pengamat menilai perang pernyataan antara Washington dan Teheran berpotensi memperbesar risiko eskalasi apabila tidak diikuti langkah diplomatik yang mampu meredakan ketegangan di kawasan. (Mun)
-
NUSANTARA05/08/2026 19:30 WIBPolisi Tangkap Bos Kayu Asal Pekanbaru, Sita Dua Truk Bermuatan 12 Kubik Ilog
-
OTOTEK05/08/2026 13:30 WIBWhatsApp Kena Gelombang Suspend, Begini Cara Selamatkan Akun
-
JABODETABEK05/08/2026 15:30 WIBPrajurit TNI Diduga Aniaya Eks Polisi Hingga Tewas
-
JABODETABEK05/08/2026 16:30 WIBBMKG Ungkap Alasan Jakarta Tiba-Tiba Diguyur Hujan
-
NUSANTARA05/08/2026 14:30 WIBEl Nino Mengganas, BMKG Tetapkan 7 Provinsi Status Awas
-
POLITIK05/08/2026 16:00 WIBPrabowo 2 Periode Bergema, Dasco Fokus Menangkan Gerindra
-
POLITIK05/08/2026 14:00 WIBIsu Pergantian Kapolri, Kepala Bappisus: Tak Ada Jabatan yang Abadi
-
NUSANTARA05/08/2026 23:00 WIBBMKG Beberkan Daftar Perairan yang Diterjang Gelombang 4 Meter

















