DUNIA
Perang Iran Bikin Stok Rudal AS Menipis
AKTUALITAS.ID – Persediaan rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat menjadi sorotan setelah tiga pejabat AS yang mengetahui kondisi persenjataan mengatakan kepada Reuters bahwa operasi militer terhadap Iran selama beberapa bulan terakhir telah menguras sebagian besar stok rudal strategis tertentu. Informasi tersebut memicu perdebatan mengenai kesiapan militer AS menghadapi potensi konflik lain.
Menurut laporan Reuters, rudal yang disebut mengalami penurunan stok terutama adalah Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missile (PrSM), dua jenis rudal darat-ke-darat berpresisi tinggi yang menjadi salah satu andalan Angkatan Darat AS.
Dua sumber yang dikutip Reuters menyebut Amerika Serikat telah menggunakan “hampir seluruh” persediaan ATACMS dan PrSM yang dialokasikan untuk operasi terhadap Iran sejak Februari. Namun, mereka tidak mengungkapkan jumlah pasti rudal yang tersisa, sehingga tingkat penipisan stok tidak dapat diverifikasi secara independen.
ATACMS dan PrSM merupakan amunisi bernilai lebih dari US$1 juta per unit dan dirancang untuk menghantam sasaran strategis dari jarak jauh dengan tingkat akurasi tinggi. ATACMS sebelumnya juga digunakan dalam dukungan militer AS kepada Ukraina, sedangkan PrSM merupakan generasi terbaru yang memiliki jangkauan lebih jauh.
Laporan tersebut menyebut isu persediaan rudal kini menjadi perhatian di Washington. Sejumlah anggota Kongres AS dikabarkan mempertanyakan seberapa lama operasi militer dapat terus berlangsung tanpa memengaruhi kemampuan Amerika merespons krisis di kawasan lain.
Meski demikian, seorang sumber lain mengatakan militer AS masih memiliki kemampuan untuk mengisi kembali persediaan dengan memanfaatkan stok yang tersebar di berbagai wilayah operasi di bawah United States Central Command (CENTCOM).
Menanggapi isu tersebut, Gedung Putih mengutip pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap memiliki persediaan amunisi dalam jumlah sangat besar.
“Kami memiliki jauh lebih banyak amunisi dibandingkan negara mana pun di dunia, dan jauh lebih banyak daripada yang kami butuhkan,” kata Trump.
Trump juga menyatakan industri pertahanan Amerika saat ini sedang meningkatkan kapasitas produksi amunisi serta memperluas fasilitas manufaktur untuk memenuhi kebutuhan militer.
Sementara itu, juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menepis kekhawatiran bahwa kesiapan tempur militer AS terganggu.
“Militer Amerika adalah yang paling kuat di dunia dan memiliki semua yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi kapan pun dan di mana pun Presiden menghendakinya. Kami juga memastikan persenjataan dan kemampuan yang memadai untuk melindungi rakyat serta kepentingan kami,” ujar Parnell.
Meski muncul laporan mengenai penipisan stok rudal tertentu, belum ada pernyataan resmi pemerintah AS yang menyatakan militer Amerika mengalami kekurangan amunisi secara keseluruhan. Yang menjadi sorotan dalam laporan Reuters adalah tingkat penggunaan beberapa jenis rudal presisi selama operasi militer, sementara pemerintah AS menegaskan kemampuan tempur dan rantai pasokan persenjataannya tetap terjaga. (Mun)
-
NUSANTARA11/08/2026 23:00 WIBGunung Semeru Erupsi 8 Kali pada Selasa 11 Agustus 2026
-
NASIONAL12/08/2026 14:00 WIBMabes TNI Bantah Ambil Alih Keamanan
-
NUSANTARA12/08/2026 08:30 WIBDana Desa Belum Beres, Massa Bakar Kantor Pemerintah
-
NUSANTARA12/08/2026 15:15 WIBTak Nikmati Keuntungan, Enam Terdakwa Kasus Tanjung Perak Minta Dibebaskan
-
NASIONAL11/08/2026 22:00 WIBBNPB Ungkap Alasan Tak Andalkan Hujan Buatan untuk Lawan Karhutla
-
NUSANTARA12/08/2026 07:30 WIBPanik Diteriaki Korban, Maling Apes Terpental dan Tewas di Tempat
-
DUNIA12/08/2026 00:00 WIB7 Orang Didakwa Bunuh Capres Ekuador
-
JABODETABEK12/08/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Cerah Hari Ini

















