Connect with us

OASE

Umat Islam Wajib Percaya Seluruh Kitab Ini Tanpa Terkecuali

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Di tengah keberagaman umat manusia di muka bumi, terselip sebuah ketetapan ilahi mengenai keragaman syariat yang dibawa oleh para nabi dari masa ke masa. Al-Quran secara tegas mengupas tuntas rahasia di balik perbedaan aturan dan hukum yang diturunkan kepada umat terdahulu hingga Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan surah Al-Maidah ayat 48, Allah SWT menjelaskan bahwa setiap umat diberikan aturan (shir’ah) dan jalan yang terang (minhaj). Perbedaan syariat ini bukan tanpa alasan; melainkan sebuah bentuk ujian bagi manusia untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Para ulama tafsir, mulai dari At-Thabari hingga Fahruddin Ar-Razi, sepakat bahwa meski syariat dan tata cara ibadah dalam Taurat, Zabur, Injil, serta Al-Quran berbeda, esensi ajaran mereka tetap satu, yakni mengesakan Allah (tauhid).

BACA JUGA  Rahasia Penciptaan Nabi Adam dalam Al Quran

Al-Quran hadir bukan untuk menghapus total eksistensi masa lalu, melainkan memposisikan diri sebagai kitab penyempurna sekaligus batu ujian (muhaimin) yang membenarkan kebenaran hakiki dari kitab-kitab suci sebelumnya.

Dalam akidah Islam, keimanan seseorang tidak akan pernah sempurna tanpa meyakini seluruh kitab yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya. Landasan ini ditegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 285, di mana umat Islam dilarang membeda-bedakan satu rasul pun dari rasul-rasul lainnya.

Lebih lanjut, para ulama salaf dan imam mazhab menegaskan bahwa seluruh kitab suci—mulai dari Al-Quran dalam bahasa Arab, Taurat dalam bahasa Ibrani, hingga Injil dan Zabur—merupakan Kalamullah (firman Allah) yang hakiki dan bukan makhluk. Kehormatan dan kemuliaan firman Allah ini tetap melekat mutlak, menuntut setiap Muslim untuk menghormati dan mengimaninya secara utuh tanpa keraguan. (Mun)

BACA JUGA  Ayat Al-Qur'an Paling Dahsyat untuk Perlindungan Diri

TRENDING