Connect with us

EKBIS

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun Bebas

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id -ai

AKTUALITAS.ID Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terperosok ke zona merah pada pembukaan perdagangan Senin (14/9/2026), memperpanjang tren negatif selama empat hari berturut-turut. Indeks langsung dibuka melemah 7,5 poin (0,11 persen) di level 6.533,86 dan terus menukik tajam pada menit-menit awal perdagangan.

Tekanan jual terjadi begitu masif seiring berjalannya waktu. Mengacu data Bursa Efek Indonesia, pada pukul 09.17 WIB, IHSG anjlok 1,01 persen ke posisi 6.475,25. Tiga menit berselang atau tepat pada pukul 09.20 WIB, indeks semakin terpuruk ke level 6.456,82, merosot 1,29 persen atau kehilangan 84,55 poin dari penutupan akhir pekan lalu. Indeks bahkan menyentuh level terendahnya pagi ini di angka 6.455.

BACA JUGA  Jelang BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Menguat 32 Poin ke Level 6.139

Runtuhnya IHSG terseret oleh aksi jual besar-besaran pada saham-saham sektor pertambangan berkapitalisasi raksasa. Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memimpin kejatuhan dengan amblas 12,86 persen ke posisi Rp7.625. Koreksi dalam juga melanda PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang anjlok 6,48 persen ke Rp11.550, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 5,25 persen ke level Rp2.890.

Kepanikan pasar tercermin kuat dari dominasi saham yang memerah. Hingga pukul 09.20 WIB, sebanyak 431 saham berguguran, berbanding terbalik dengan hanya 162 saham yang mampu menguat, sementara 134 emiten lainnya jalan di tempat. Indeks unggulan LQ45 pun tak luput dari tekanan, terkoreksi 0,74 poin (0,11 persen) ke posisi 648,98.

BACA JUGA  Awal Pekan, IHSG Menguat 27 Poin ke Level 6.660

Tingginya frekuensi perdagangan pada awal sesi I ini mencatatkan perputaran dana yang signifikan. Total volume saham yang diperjualbelikan menembus 6,07 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp2,84 triliun. Akibat rentetan koreksi ini, total kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat berada di angka Rp11.312,93 triliun. (Firman/Mun)

TRENDING