Connect with us

DUNIA

Warga Kanada Kompak Boikot Produk AS

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Gertakan perang dagang yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump justru berbalik menjadi senjata makan tuan. Bukannya gentar, warga Kanada kini bersatu padu melancarkan aksi boikot massal terhadap seluruh produk buatan Amerika Serikat.

Gerakan akar rumput ini meledak usai Trump memberlakukan tarif sepihak hingga 50 persen terhadap produk Kanada bernilai hampir US$20 miliar. Tensi kian mendidih setelah Trump berulang kali melontarkan nada nada penghinaan dengan menyebut Kanada sebagai “negara bagian ke-51 AS.”

Menolak diinjak-injak, warga Kanada membalas lewat dompet mereka. Di supermarket hingga toko kelontong, warga lokal kini secara sadar menyortir dan menolak membeli barang berlabel AS.

“Apa pun yang bisa kami lihat dengan jelas sebagai produk Kanada, akan kami pilih. Saya tidak ingin uang kami mengalir ke AS dengan cara apa pun,” tegas Mateus Gujrel, seorang pengembang perangkat lunak asal Toronto yang kini total berhenti mengonsumsi produk minuman dan bahan pangan asal AS.

BACA JUGA  FOTO: Harga Emas Naik Tipis Ditengah Perundingan AS-China

Eskalasi ini memuncak setelah negosiasi kedua negara menemui jalan buntu. PM Kanada Mark Carney langsung mengambil tindakan tegas dengan melancarkan balasan “dolar demi dolar”. Kanada menerapkan tarif balasan 15 hingga 50 persen untuk produk AS bernilai sama, menyasar komoditas vital seperti baja, aluminium, produk susu, hingga kosmetik.

Analis riset dari Narrative Research, Margaret Chapman, menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah gertak sambal atau tren sesaat. Warga Kanada terbukti memiliki nasionalisme ekonomi yang sangat solid.

“Sentimen ini sangat kuat, terus berlanjut, dan kemungkinan akan bertahan. Bahkan dalam kondisi ekonomi yang sulit, orang-orang bersedia mengeluarkan lebih banyak uang jika itu untuk mendukung Kanada,” jelas Chapman.

BACA JUGA  Tolak Permintaan Trump, Inggris Ogah Putus Hubungan Ekonomi dengan Tiongkok Demi AS

Riset Narrative Research mengungkapkan fakta mencengangkan: sebanyak 76 persen responden menyatakan rela membayar 120 dolar Kanada untuk keranjang belanja berisi produk lokal, ketimbang membeli produk AS seharga 100 dolar Kanada. Bahkan ketika harga produk Kanada dinaikkan menjadi 140 dolar Kanada, sekitar 70 persen warga tetap ogah menyentuh produk AS.

Meski analis dari Oxford Economics memprediksi harga barang di tingkat pengecer bakal merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan akibat beban tarif, warga Kanada tampaknya tak peduli. Bagi mereka, membayar lebih mahal demi menjaga harga diri bangsa jauh lebih bernilai ketimbang tunduk pada gertakan perang dagang Washington. (Mun)

TRENDING