DUNIA
Donald Trump: Kebijakan Tarif Membangun Kekayaan AS Meski Dihadapkan dengan China
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengekspresikan keyakinannya kebijakan tarif yang diterapkannya telah membuat negara tersebut “kaya raya.” Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni di Gedung Putih pada Kamis (17/4/2025), Trump tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengubah kebijakan tarif yang telah menuai banyak kontroversi.
“Tarif membuat kita kaya raya,” tegas Trump, penegasan yang mencerminkan komitmennya terhadap kebijakan proteksionis yang telah diterapkannya selama masa kepresidenannya. “Kami mendapatkan banyak uang (dari tarif). Jangan lupa, kami menerapkan 25 persen tarif atas impor mobil, baja, dan alumunium, serta tarif dasar 10 persen sebagai penalti terhadap China yang mengirimi kita fentanyl,” tambahnya.
Pernyataan Trump muncul di tengah ketegangan perdagangan yang terus meningkat antara AS dan China. Pemerintah China sebelumnya telah bersikap tegas, menegaskan mereka tidak akan tunduk pada “gertakan” dari perang tarif yang diterapkan AS. Sebagai respons, China telah menetapkan balasan tarif impor sebesar 125 persen terhadap barang-barang asal AS, meskipun mereka tetap membuka opsi untuk dialog setara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan, “Perang tarif dan perdagangan tidak mengenal pemenang. China tidak ingin berperang dalam hal ini, tetapi tidak takut. Agar dialog dapat terjadi, itu harus didasarkan pada kesetaraan, rasa hormat, dan saling menguntungkan.”
Ketegangan ini menunjukkan meskipun kebijakan tarif Trump memiliki pendukung yang percaya akan manfaat ekonomi jangka panjang bagi AS, dampak dari perang perdagangan ini tetap menjadi sorotan penting, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional. Dengan latar belakang ini, masa depan hubungan perdagangan antara AS dan China menjadi semakin tidak menentu. (Samsu)
-
NASIONAL04/05/2026 14:00 WIBDKPP Bagi-Bagi Rp45 Juta Lewat Lomba Jurnalistik dan Video Terbaru
-
FOTO04/05/2026 16:24 WIBFOTO: Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto Divonis 4,5 Tahun Penjara
-
NASIONAL04/05/2026 13:00 WIBLPDP Tegaskan: Pembekalan Bareng TNI Sudah Ada Sejak Angkatan Lama
-
RIAU04/05/2026 15:30 WIBBerkunjung ke Mapolda Riau, Menteri Lingkungan Hidup Dorong Replikasi Green Policing Secara Nasional
-
RAGAM04/05/2026 12:30 WIBBMKG: 14 Zona Megathrust Kepung Indonesia
-
DUNIA04/05/2026 18:30 WIBJalur Gaza Tempat Paling Mematikan di Dunia Bagi Jurnalis
-
EKBIS04/05/2026 19:00 WIBBali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional
-
DUNIA04/05/2026 12:00 WIBTrump: Iran Belum Tunjukkan Itikad Baik

















