OASE
Al-Qur’an Ungkap Detik-Detik Sakaratul Maut
AKTUALITAS.ID – Kematian adalah satu-satunya kepastian di dunia yang tidak bisa dihindari oleh siapa pun. Namun, tahukah Anda bahwa proses berpisahnya ruh dari jasad atau yang dikenal sebagai Sakaratul Maut menyimpan kengerian dan rasa sakit yang tak terbayangkan oleh akal manusia?
Mengutip riwayat Ibnu Abi Ad-Dunya dari Syaddad bin Aus RA, rasa sakit kematian digambarkan jauh lebih pedih daripada goresan gergaji, sayatan gunting, hingga panasnya air mendidih. Seandainya orang mati dibangkitkan dan menceritakan betapa sakitnya sakaratul maut, niscaya seluruh manusia tidak akan bisa tidur nyenyak seumur hidupnya.
Detik-Detik Nyawa di Kerongkongan
Al-Qur’an secara gamblang merekam detik-detik menegangkan ini. Saat ruh ditarik berlahan dari setiap urat saraf, sendi, hingga ujung kaki, sampailah ia di kerongkongan. Pada titik ini, manusia akan mengalami kepasrahan total. Fisik bergetar hebat, hingga betis kiri dan kanan saling bertaut karena dahsyatnya penderitaan (QS. Al-Qiyamah: 29-30).
Tidak ada dokter atau teknologi apa pun yang bisa menyelamatkan nyawa ketika sudah mencapai kerongkongan.
Pukulan Malaikat vs Sambutan Surga
Perlakuan Malaikat Maut sangat bergantung pada amal perbuatan manusia semasa hidup. Bagi orang kafir dan ahli maksiat, kedatangan malaikat adalah mimpi buruk abadi. Mereka turun dengan wajah menyeramkan. Ruh mereka ditarik paksa bagaikan mencabut besi berduri dari gulungan bulu wol yang basah. Bahkan, malaikat mencabut nyawa mereka sambil memukuli wajah dan punggungnya (QS. Al-Anfal: 50).
Sebaliknya, bagi orang mukmin (muttaqin), perpisahan ruh dan jasad terasa damai. Malaikat datang dengan wajah bercahaya membawa kain kafan dari surga. Ruh orang beriman akan keluar dengan sangat mudah dan lembut, ibarat tetesan air yang mengalir dari mulut kendi, diiringi aroma wangi kasturi, serta ucapan salam dari malaikat (QS. An-Nahl: 32).
Mengapa Nabi Muhammad Juga Merasakan Sakit?
Jika orang beriman diwafatkan dengan mudah, mengapa Rasulullah SAW, manusia paling mulia, masih merasakan pedihnya sakaratul maut?
Di saat-saat terakhirnya, tangan Nabi SAW sampai lemas dan beliau bersabda, “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut.”
Ulama menjelaskan, rasa sakit yang dialami para Nabi bukanlah bentuk siksaan atau kehinaan. Penderitaan di akhir hayat justru diberikan Allah untuk menyempurnakan derajat dan mengangkat kedudukan mereka di surga. Selain itu, ini adalah peringatan keras bagi umatnya agar tidak pernah meremehkan dahsyatnya kematian.
Penyesalan yang Tak Berguna
Ketika rasa sakit itu datang dan kebenaran akhirat terlihat jelas di pelupuk mata, orang-orang zalim akan menjerit memohon kepada Allah. “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat beramal saleh!” (QS. Al-Mukminun: 99-100).
Namun sayang, jeritan itu hanyalah omong kosong yang terlambat. Pintu tobat telah tertutup rapat, dan mereka harus menghadapi dinding barzakh hingga hari kiamat tiba. Sudah siapkah bekal kita menghadapi detik-detik tersebut? (Mun)
-
JABODETABEK12/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Buka 5 Lokasi Sabtu Ini
-
NUSANTARA12/09/2026 07:30 WIB352 Siswa Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG
-
POLITIK12/09/2026 11:00 WIBAHY Diprediksi Berebut Kursi Cawapres dengan Gibran
-
NASIONAL12/09/2026 06:00 WIBPolisi Tegaskan Rompi Pelampung Bukan dari Kapal Jurnalis
-
DUNIA12/09/2026 08:00 WIBBiksu Terkenal Thailand Ditangkap Bersama Seorang Perempuan
-
JABODETABEK12/09/2026 09:30 WIBGempa M 6,5 Kepulauan Seribu Berasal dari Kedalaman 368 Kilometer
-
EKBIS12/09/2026 10:30 WIBHarga BBM Pertamina Resmi Naik Hari Ini
-
JABODETABEK12/09/2026 11:30 WIBGempa Kepulauan Seribu, Sumatera & Jawa Ikut Terasa

















