Connect with us

DUNIA

Iran Bersumpah Kematian Korban Serangan AS Akan Dibalas

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tragedi kemanusiaan kembali mewarnai konflik membara di Timur Tengah. Kepala Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, bersumpah akan melancarkan pembalasan dendam mematikan usai serangan militer Amerika Serikat (AS) diduga menghantam sebuah pesta pernikahan di kota pesisir Kuhestak, sepanjang Selat Hormuz.

Peristiwa berdarah yang terjadi pada Selasa malam tersebut menewaskan sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak-anak, serta melukai 68 tamu undangan lainnya. Pihak berwenang Teheran mengecam keras insiden tersebut dan menyatakannya sebagai bentuk “kejahatan perang” yang nyata.

Dalam siaran televisi pemerintah Iran, Vahidi menegaskan bahwa Teheran tidak akan tinggal diam atas pertumpahan darah warga sipil tersebut.

“Darah murni para martir ini… tidak akan dibiarkan begitu saja dan pasti akan dibalas,” gertak Vahidi dalam pernyataannya, Jumat (4/9/2026).

BACA JUGA  Iran Targetkan Kabel Bawah Laut Hormuz Jika Trump Nekat Serang

Menanggapi tuduhan serius tersebut, juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) menolak mengonfirmasi serangan spesifik ke area pernikahan itu. Namun, pihak CENTCOM mengklaim bahwa operasi militer Paman Sam di kawasan tersebut murni menyasar target IRGC dan menegaskan bahwa “militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil.”

Konflik terbuka antara Iran melawan aliansi AS dan Israel telah memuncak sejak 28 Februari 2026 lalu, menyusul gempuran mendadak yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Meski sempat disepakati gencatan senjata pada April, pertempuran sporadis di wilayah strategis Selat Hormuz terus meletus. Situasi kian tak terkendali setelah pasukan AS menggempur peluncur roket Iran di Pulau Larak pada akhir Agustus, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan posisi militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). (Mun)

BACA JUGA  Trump Sesumbar Iran Akan Tumbang

TRENDING