Connect with us

OASE

Reaksi Tak Terduga Nabi Saat Aisyah Cemburu pada Sosok Ini

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Cemburu merupakan perasaan yang manusiawi. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW, rasa cemburu pernah muncul ketika Aisyah RA melihat Rasulullah masih begitu kuat mengenang Khadijah RA, istri beliau yang telah wafat.

Kisah tersebut bermula ketika Halah binti Khuwailid RA, saudara perempuan Khadijah RA, meminta izin untuk menemui Nabi Muhammad SAW.

Saat mendengar suara Halah, Rasulullah langsung teringat kepada Khadijah.

“Ya Allah, itu Halah!” demikian kisah tersebut menggambarkan reaksi Rasulullah.

Sikap Rasulullah yang spontan dan penuh perhatian itu membuat Aisyah merasa cemburu. Ia kemudian melontarkan komentar mengenai Khadijah yang telah lama meninggal.

Ucapan tersebut membuat perubahan pada wajah Rasulullah. Dalam kisah itu disebutkan, perubahan tersebut begitu terlihat oleh Aisyah.

BACA JUGA  3 Titik Jumpa dengan Rasulullah di Hari Kiamat: Shirath, Mizan, dan Telaga al-Kautsar

Namun, ketika menyambut Halah, Rasulullah kembali menunjukkan wajah cerah dan menyambutnya dengan hangat.

Setelah Halah pulang, Aisyah kembali mengungkapkan rasa cemburunya.

Ia mempertanyakan mengapa Rasulullah memberikan perhatian yang begitu berbeda kepada Halah dibandingkan orang lain.

Rasulullah kemudian menjelaskan alasan di balik sikapnya.

Halah, kata Rasulullah, sering datang ketika Khadijah masih hidup. Kenangan terhadap orang-orang yang memiliki hubungan dengan Khadijah menjadi bagian dari penghormatan beliau kepada sosok yang pernah mendampingi kehidupannya.

Kisah tersebut juga menggambarkan bagaimana Rasulullah tetap mengenang Khadijah setelah kepergiannya.

Dalam riwayat yang dikutip dalam kisah ini, Rasulullah bahkan kerap menyembelih kambing, kemudian membagikan dagingnya kepada kerabat Khadijah.

Kebiasaan tersebut kembali memunculkan rasa cemburu Aisyah.

BACA JUGA  Rasulullah Teladan Akhlak Terbaik

“Seakan-akan di dunia tidak ada wanita selain Khadijah,” demikian ungkapan cemburu Aisyah yang dikisahkan dalam cerita tersebut.

Namun, jawaban Rasulullah justru menunjukkan betapa besar penghargaan beliau kepada Khadijah.

Rasulullah menegaskan bahwa Khadijah memiliki keistimewaan dan jasa besar dalam kehidupannya. Ia juga merupakan ibu dari anak-anak beliau.

Kisah ini bukan semata tentang kecemburuan dalam rumah tangga. Di baliknya terdapat gambaran tentang bagaimana Rasulullah menghargai seseorang yang pernah memberikan dukungan besar dalam perjalanan hidupnya.

Khadijah merupakan sosok penting dalam kehidupan Rasulullah. Karena itu, kenangan terhadap dirinya tidak serta-merta hilang setelah ia wafat.

Sementara bagi Aisyah, kisah tersebut memperlihatkan sisi manusiawi dari seorang istri yang merasakan cemburu.

BACA JUGA  Bilal bin Rabah: Dari Budak Disiksa hingga Suara Terompahnya Didengar di Surga

Pesan yang dapat dipetik adalah bahwa menghargai jasa orang yang pernah berbuat baik merupakan bagian penting dari akhlak.

Cemburu adalah perasaan yang manusiawi. Namun, kisah Rasulullah dan Aisyah mengajarkan bahwa perasaan tersebut dapat menjadi momentum untuk memahami sejarah, jasa, dan tempat seseorang dalam kehidupan orang yang dicintai. (Mun)

TRENDING