Connect with us

EKBIS

Rupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu

Aktualitas.id -

Ilustrasi, dok: aktualitas.id -

AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah menunjukkan daya tahan luar biasa pada pembukaan perdagangan Selasa (1/9/2026) pagi. Di saat mayoritas mata uang kawasan Asia bertumbangan dihantam kebangkitan dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Garuda justru berhasil merayap di zona hijau.

Mengutip data Bloomberg, rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp17.713 per USD, naik 9 poin atau 0,05 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.722 per USD. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah berada stagnan di posisi Rp17.710 per USD. Sementara itu, pencatatan Yahoo Finance berada di level Rp17.741 per USD.

Pergerakan positif ini tergolong menarik lantaran indeks dolar AS (DXY) sedang mencatatkan rebound tipis 0,04 persen ke level 99,468. Keperkasaan greenback ini langung memakan korban di pasar keuangan Asia.

BACA JUGA  Rupiah Hari Ini 11 November 2025 Turun ke Rp16.700

Won Korea Selatan menjadi mata uang paling merana di Asia setelah anjlok 0,22 persen, disusul ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,20 persen, dan baht Thailand yang tertekan 0,11 persen. Dolar Singapura dan yuan China juga tak luput dari koreksi, masing-masing tergelincir 0,05 persen dan 0,02 persen.

Di tengah tekanan regional tersebut, rupiah tampil kontras dan menjadi salah satu dari sedikit mata uang Asia yang sanggup melawan arus bersama dolar Taiwan (+0,20%) dan peso Filipina (+0,14%).

Kondisi cerah di pasar valas juga menjangkiti pasar modal domestik. Indeks LQ45—kelompok 45 saham unggulan di Bursa Efek Indonesia tercatat menguat 0,92 poin atau 0,14 persen ke posisi 644,75 pada pukul 09.00 WIB. (Firman/Mun)

BACA JUGA  Dolar AS Menggila Hancurkan Mata Uang Garuda

TRENDING