EKBIS
Rupiah Hari Ini 11 November 2025 Turun ke Rp16.700
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa (11/11/2025) pagi ini.
Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah dibuka melemah 46 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp16.700 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp16.654 per dolar AS.
Pergerakan rupiah hari ini mencerminkan tekanan eksternal dari penguatan dolar AS di pasar global. Dolar menguat setelah data ekonomi AS menunjukkan ketahanan inflasi dan sinyal kebijakan moneter ketat yang masih berlanjut dari Federal Reserve (The Fed).
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan harga minyak dunia serta ekspektasi kebijakan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan menjelang akhir tahun.
Analis memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.650 hingga Rp16.750 per dolar AS, dengan kecenderungan melemah terbatas apabila intervensi BI kembali dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Meskipun sempat melemah, sebagian analis menilai rupiah masih memiliki potensi menguat terbatas apabila sentimen global membaik dan arus modal asing kembali masuk ke pasar obligasi domestik. (Firmansyah/Mun)
-
NUSANTARA14/12/2025 07:30 WIBBNPB: Korban Tewas Banjir dan Longsor di 3 Provinsi Sumatra Capai 1.006 Jiwa
-
EKBIS14/12/2025 09:30 WIBResmi Berubah Hari Ini! Cek Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Minggu 14 Desember 2025
-
OLAHRAGA13/12/2025 22:00 WIBAjang MFoS di Sirkuit Mandalika Dimeriahkan Mobil Formula 4
-
NASIONAL14/12/2025 07:00 WIBAnggota DPR Sebut Perlindungan Kebebasan Sipil Indonesia Buruk
-
DUNIA14/12/2025 08:00 WIBSekjen PBB : Perluasan Permukiman Israel Ancam Kelangsungan Negara Palestina
-
NASIONAL14/12/2025 09:00 WIBMahfud MD Sebut Perpol 10/2025 Tidak Memiliki Landasan Hukum
-
JABODETABEK13/12/2025 21:00 WIBTerlibat Kasus Kalibata, 6 Polisi Lakukan Pelanggaran Berat Akan Disidang Etik
-
EKBIS14/12/2025 10:30 WIBAkhir Pekan Kuat, Cek Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Setelah Menguat 2,2% Sepekan

















