EKBIS
Lantik Pengurus Baru, Apersi Bidik Pembangunan 120.000 Rumah Subsidi
AKTUALITAS.ID – Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menargetkan pembangunan 120.000 unit rumah subsidi pada 2026. Target tersebut disampaikan setelah pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Apersi periode 2026–2031.
Ketua Umum DPP Apersi Deddy Indrasetiawan mengatakan target tersebut menjadi bagian dari komitmen asosiasi untuk mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Target pembangunan rumah subsidi 120.000 unit, Pak Menteri (PKP Maruarar Sirait),” kata Deddy dalam keterangan yang diterima Aktualitas.id, Rabu (22/7/2026).
Deddy menilai sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurut dia, rumah merupakan salah satu fondasi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peran Apersi menjadi sangat strategis. Kita tidak boleh sekadar menjadi pelaku usaha yang menghitung laba. Kita harus menjadi pelaku pembangunan yang menghadirkan harapan,” ujarnya.
Dalam kepengurusan barunya, Deddy mengatakan Apersi akan mendorong organisasi yang lebih profesional, transparan, serta berbasis teknologi dan data.
Salah satu agenda yang akan dijalankan adalah memperkuat digitalisasi dan pengelolaan data di lingkungan asosiasi. Para pengembang juga akan dibekali berbagai pelatihan, mulai dari pembangunan hingga pengelolaan perumahan.
Apersi juga akan membentuk satuan tugas advokasi di daerah untuk membantu pengembang menghadapi berbagai persoalan perizinan. Di antaranya terkait lahan sawah dilindungi (LSD), persetujuan bangunan gedung (PBG), hingga bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
“Kami di Apersi membuat satgas per daerah. Tanah-tanah teman-teman pengembang yang masuk zonanya, zona tata ruangnya perumahan, tetap didorong agar tidak masuk LSD,” jelas Deddy.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berharap kepengurusan baru Apersi dapat membawa perubahan dalam industri perumahan nasional.
Maruarar juga mendorong pengembang untuk mempercepat pembangunan dan penyaluran rumah subsidi. Pemerintah menargetkan penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat mencapai 300.000 unit.
“Presiden (Prabowo Subianto) pernah mau menaikkan kuota rumah subsidi menjadi 350.000. Tahun lalu baru tercapai 278.000. Saya minta enam bulan ini pengembang bekerja keras, naikkan. Paling tidak 300.000 tahun ini,” kata Maruarar.
-
Berita21/07/2026 20:50 WIBPekerja Pertamina Balongan Gelar Aksi Melawan ‘Sunat’ Upah akibat Pergantian Vendor
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
NASIONAL22/07/2026 07:00 WIBBaru Sebulan Menjabat, Kepala BGN Pilih Mundur
-
NASIONAL21/07/2026 20:30 WIBKPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar dalam OTT Korupsi Pemkab Lombok Barat
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
JABODETABEK22/07/2026 05:30 WIBBMKG: Jakarta Didominasi Cuaca Berawan
-
EKBIS21/07/2026 20:00 WIBFerry Latuhihin Kritik Anggaran MBG dan KDMP
-
NASIONAL21/07/2026 23:00 WIBRieke Pitaloka Desak RUU Hak Cipta Lindungi Karya Pers dari Scraping AI Tanpa Kompensasi

















