EKBIS
Menteri PKP Apresiasi Rumah Cahaya, Bentuk Kepedulian bagi Para Pahlawan
AKTUALITAS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri penyerahan Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada para penerima yang dinilai telah berjasa bagi bangsa di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (31/8/2026). Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi pemerintah, perbankan, yayasan, dan berbagai pihak dalam menyediakan hunian layak bagi veteran, mantan atlet, serta keluarga pahlawan.
“Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Terima kasih kepada BTN dan Yayasan PHSI yang sudah menghadirkan Rumah Cahaya ini,” ujar Maruarar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah M. Qodari, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus, serta perwakilan negara sahabat.
Maruarar menilai pemberian hunian kepada para pahlawan dan keluarga yang telah berjasa merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat.
Rumah yang diberikan tidak hanya diarahkan sebagai tempat tinggal. Program tersebut juga menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan dan pengabdian para penerimanya kepada Indonesia.
Maruarar menjelaskan, pembangunan perumahan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha, dan elemen masyarakat.
Program Rumah Cahaya merupakan hasil kerja sama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas atau PHSI.
Pada tahap awal, sebanyak 30 unit Rumah Cahaya dibangun di Serang, Banten. Hunian tersebut diperuntukkan bagi pihak-pihak yang dinilai telah berjasa dan membutuhkan dukungan tempat tinggal.
Program ini menyasar para veteran, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, serta keluarga para pahlawan.
Direktur Utama BTN menjelaskan, gagasan Rumah Cahaya berawal dari diskusi bersama Yayasan PHSI yang menaruh perhatian terhadap kondisi para pahlawan setelah masa pengabdian mereka berakhir.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui penyediaan rumah sekaligus penyerahan Sertipikat Hak Milik kepada para penerima.
“Yang kami berikan tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu berikan bagi negara. Hari ini bukan hanya kami serahkan kunci rumah, tetapi juga Sertipikat Hak Milik,” ujarnya.
Ketua Yayasan PHSI Sofia Koswara menyampaikan bahwa rumah memiliki arti penting bagi keluarga karena menjadi tempat bertumbuh, beristirahat, dan menjalani kehidupan bersama.
Rumah Cahaya diharapkan menjadi bentuk penghargaan sekaligus kebanggaan bagi mereka yang telah memberikan jasa kepada bangsa.
Program tersebut akan terus dikembangkan. Setelah pembangunan awal sebanyak 30 unit di Serang, kini telah disiapkan tambahan 42 unit rumah.
Pengembangan berikutnya direncanakan mencapai 300 unit.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai penyediaan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar karena jutaan masyarakat Indonesia belum memiliki rumah dan masih banyak yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Perhatian juga dinilai perlu diberikan kepada mereka yang telah berjasa dan berkorban untuk negara, termasuk keluarga petugas yang gugur dalam menjalankan tugas.
“Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla, termasuk keluarganya. Kita harus terus hadir untuk mereka,” kata Hashim.
Pemerintah berharap keberlanjutan Program Rumah Cahaya dapat memperluas akses hunian layak sekaligus menjadi bentuk penghormatan nyata kepada masyarakat yang telah memberikan pengabdian bagi Indonesia.
-
JABODETABEK31/08/2026 20:00 WIBPosko GRIB Jaya di Jakbar Terbakar Tengah Malam
-
EKBIS31/08/2026 19:00 WIBEkonom Ingatkan Telat Bayar Subsidi Bisa Picu Kelangkaan
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
NASIONAL01/09/2026 09:00 WIBDapat Gaji Naik 280%, MA Malah Minta Murni Tambahan Rp7,92 Triliun
-
NASIONAL01/09/2026 06:00 WIBKemhan & TNI Dapat Rp189 Triliun di APBN 2027
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
DUNIA01/09/2026 12:00 WIBPuluhan Drone Iran Hancurkan Pangkalan Udara AS di UEA

















