NUSANTARA
BMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
AKTUALITAS.ID – Ancaman kekeringan ekstrem belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sekitar 80% wilayah Indonesia masih terperangkap dalam cengkeraman musim kemarau hingga September 2026. Kombinasi mematikan antara fenomena El Niño kategori kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi bakal memperpanjang masa penderitaan ini.
Puncak kemarau yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September kini mengancam hampir separuh daratan Indonesia. Sekitar 25,41% wilayah baru akan menghadapi puncak kekeringan pada September, sementara lebih dari 57% wilayah dicatat mengalami durasi kemarau yang jauh lebih panjang dari batas normal.
Kondisi atmosfer yang sangat kering memicu lonjakan suhu udara ekstrem hingga melebihi 36,0°C di sejumlah titik, termasuk Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Aceh, dan Medan. Minimnya tutupan awan memperparah radiasi sinar matahari langsung ke bumi. Dampak lanjutannya mulai brutal: setidaknya 15 titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meletus di delapan provinsi hanya dalam tempo dua hari di akhir Agustus.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa benturan El Niño dengan musim kemarau adalah pemicu utama tajamnya dampak kekeringan tahun ini.
“Dampaknya ke Indonesia terjadi ketika El Niño bertemu langsung dengan musim kemarau. Meskipun El Niño terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terfokus pada periode musim kemarau di wilayah Indonesia,” ujar Ardhasena.
Meski wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua didominasi curah hujan sangat rendah (di bawah 50 mm per dasarian), anomal cuaca tetap terjadi. BMKG melayangkan status Siaga untuk wilayah Sumatera Barat yang berpotensi dihantam hujan lebat hingga sangat lebat akibat dinamika gelombang atmosfer lokal. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dua ancaman sekaligus: krisis air bersih dan karhutla di satu sisi, serta potensi angin kencang di belasan provinsi lainnya. (Kusuma/Mun)
-
NUSANTARA17/10/2026 07:30 WIBAwas! 3 Hari ke Depan Sumut Masih Terkepung Asap Beracun
-
Berita17/10/2026 08:19 WIBFadli Zon Resmikan Museum Keris Indonesia di TMII, Pamerkan 6.021 Koleksi
-
OASE17/10/2026 05:00 WIBKisah Nabi Yunus dan Ikan Besar dalam Surat Ash-Shaffat
-
JABODETABEK17/10/2026 05:30 WIBBMKG: 6 Wilayah Jakarta Cerah
-
NASIONAL17/10/2026 06:00 WIBBahlil Buka Suara Usai Dikabarkan Bakal Diganti Prabowo
-
DUNIA17/10/2026 08:00 WIBMedia Asing Soroti IHSG Jatuh 469 Poin Usai Pengumuman MSCI
-
JABODETABEK17/10/2026 06:30 WIBJadwal SIM Keliling Jakarta Sabtu 17 Oktober 2026 di 5 Lokasi
-
NASIONAL17/10/2026 07:00 WIBPengamat SDI: Karhutla Berlarut-larut Bisa Coreng Citra Pemerintah

















