EKBIS
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.690/US$
AKTUALITAS.ID – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan pergerakan tipis di tengah tarik-menarik kekuatan mata uang Asia dan dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda masih berada di jalur penguatan, meski dolar AS mulai menunjukkan tanda-tanda bangkit.
Pada perdagangan Senin, (24/8/2026), rupiah di pasar spot dibuka di kisaran Rp17.690 per dolar AS, atau menguat sekitar 0,02 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Refinitiv pada pembukaan perdagangan, rupiah bahkan sempat terapresiasi sekitar 0,03 persen ke level Rp17.680 per dolar AS. Namun, pergerakan mata uang Garuda terpantau fluktuatif pada menit-menit awal perdagangan.
Data pasar spot sekitar pukul 09.05 WIB juga menunjukkan rupiah bergerak di kisaran Rp17.698 per dolar AS. Kondisi ini memperlihatkan pasar masih mencari arah setelah rupiah mencatatkan penguatan cukup solid pada perdagangan terakhir pekan lalu.
Penguatan rupiah kali ini menjadi sinyal bahwa mata uang Garuda masih berupaya mempertahankan momentumnya, meski ruang penguatan dibayangi kebangkitan dolar AS.
Pada perdagangan Jumat (21/8/2026), rupiah ditutup menguat 0,31 persen ke level sekitar Rp17.685 per dolar AS. Posisi tersebut menjadi salah satu penutupan terkuat rupiah sejak 22 Mei 2026.
Namun, awal pekan ini tidak sepenuhnya mudah. Indeks dolar AS atau Dollar Index (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau naik tipis 0,03 persen ke level 98,834.
Menguatnya indeks dolar menjadi faktor yang patut dicermati pasar karena dapat membatasi penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang berlangsung bervariasi. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah melonjak sekitar 0,36 persen. Dolar Taiwan turut menguat 0,19 persen, disusul baht Thailand yang naik 0,13 persen dan yen Jepang yang menguat 0,07 persen.
Di sisi lain, tidak semua mata uang Asia bergerak positif. Ringgit Malaysia tercatat menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam, diikuti peso Filipina dan yuan China. Dolar Singapura juga bergerak melemah tipis.
Pergerakan yang terbelah di Asia memperlihatkan bahwa sentimen pasar global masih belum sepenuhnya stabil. Rupiah kini berada di persimpangan: mempertahankan momentum penguatan atau kembali mendapat tekanan jika dolar AS semakin perkasa.
Meski demikian, pembukaan perdagangan yang masih berada di zona positif memberi ruang optimisme bahwa rupiah belum kehilangan tenaga. Pelaku pasar kini akan mencermati pergerakan dolar global dan sentimen ekonomi sepanjang pekan untuk menentukan arah berikutnya. (Firman/Mun)
-
NASIONAL23/08/2026 21:30 WIBProjo HUT ke-12, Budi Arie Soroti Korupsi di Sekitar Kekuasaan
-
DUNIA23/08/2026 15:00 WIBMalaysia Kirim Surat Resmi ke ASEAN Gegara Asap
-
JABODETABEK23/08/2026 16:00 WIBPramono Belum Putuskan Tarif Parkir Naik
-
NASIONAL23/08/2026 17:00 WIBPemerintah Gelontorkan Rp1,2 Triliun untuk Pangan Bencana
-
NUSANTARA23/08/2026 13:00 WIBKepala Balai TNWK: Ada Dugaan Way Kambas Sengaja Dibakar
-
NASIONAL23/08/2026 14:00 WIBGolkar Desak BMKG Perkuat Alarm Gempa
-
NUSANTARA23/08/2026 20:00 WIBDalam Hitungan Menit, Api Melahap Desa Adat Sade
-
JABODETABEK23/08/2026 19:00 WIBPolda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 M di Tangsel

















