Connect with us

NUSANTARA

66 Ribu Warga Kalteng Terserang ISPA

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Tragedi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang wilayah Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, kian tak terkendali hingga memicu krisis kesehatan serius. Asap pekat dan beracun yang menyelimuti permukiman warga telah menjatuhkan ribuan korban. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat lonjakan mengerikan: lebih dari 66.679 warga kini menderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Menanggapi kepungan asap yang kian mencekik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat mengantisipasi lumpuhnya fasilitas kesehatan lokal. Kemenkes memperketat surveilans dan resmi mendirikan Posko Bencana Asap di titik-titik krusial terdampak bencana.

Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, menegaskan bahwa posko ini bukan sekadar posko biasa, melainkan pusat penanganan darurat yang mewajibkan Puskesmas beroperasi penuh 24 jam non-stop, lengkap dengan pendirian ‘Rumah Oksigen’ sebagai ruang isolasi dan pertolongan pertama penderita sesak napas akut.

BACA JUGA  Asap Karhutla di Kalteng Picu 66 Ribu Kasus ISPA

“Sistem rujukan terintegrasi dan koordinasi ambulans antar-fasilitas terus disiagakan untuk evakuasi cepat pasien dari wilayah terpencil menuju RSUD pusat,” tegas Widyawati kepada awak media, Minggu (23/8/2026).

Tak main-main, sebanyak 174 tenaga kesehatan lintas keahlian mulai dari dokter, epidemiolog, hingga analis laboratorium telah diterjunkan langsung ke garda terdepan. Kemenkes juga menggelontorkan bantuan logistik medis dalam jumlah masif, mencakup lebih dari 267 ribu masker, ratusan konseptor dan tabung oksigen, perlengkapan APD, hingga stok obat-obatan pernapasan serta tetes mata.

Kondisi lapangan dilaporkan kian mengkhawatirkan. Luas karhutla di Kalimantan Tengah saja telah melonjak tembus 148,71 hektare dengan sebaran hotspot mencakup lebih dari 1.026 titik panas. Kendati lebih dari 10.000 personel gabungan telah dikerahkan ke medan pemadaman, kabut asap pekat masih menjadi ancaman mematikan bagi sistem pernapasan masyarakat Kalimantan. (Kusuma/Mun)

BACA JUGA  Sumsel Siaga Darurat Karhutla, 47 Hektare Lahan Terbakar

TRENDING