Connect with us

NASIONAL

Sahroni Desak Polisi Buru Pemodal Pembakaran Lahan

Aktualitas.id -

Ahmad Sahroni. (ist)

AKTUALITAS.ID – Penangkapan eksekutor pembakar lahan di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel) memicu reaksi keras dari Senayan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menginstruksikan aparat kepolisian untuk menjatuhkan hukuman seberat-beratnya dan melacak hingga ke dalang pemodal di balik aksi perusakan lingkungan tersebut.

Penyelidikan awal kepolisian mengonfirmasi bahwa satu pelaku yang berhasil ditangkap merupakan oknum suruhan yang dibayar oleh pihak lain untuk membakar lahan pribadi.

Menanggapi temuan tersebut, Sahroni menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh berhenti pada eksekutor di lapangan semata. Polisi diminta membongkar jaringan bisnis atau aktor intelektual yang membiayai kejahatan ekologis yang merusak hutan Indonesia ini.

BACA JUGA  INFOGRAFIS: Kebakaran Hutan dan Lahan Indonesia

“Saya minta polisi agar hukum berat pelakunya karena ini sudah di tahap darurat. Selain hukum berat pelaku, saya juga minta polisi telusuri siapa pemodal dan tokoh di balik ini. Tolong kali ini betul-betul diselidiki, diungkap dan dihukum seberat-beratnya para aktor tersebut,” ujar Sahroni tegas, Sabtu (22/8/2026).

Politikus Partai NasDem tersebut menilai bahwa praktik pembukaan lahan dengan cara membakar telah mengancam masa depan generasi muda dan memicu bencana ekologi yang merugikan negara serta masyarakat luas, baik secara moril maupun materiil.

Guna memberikan efek jera yang nyata, Komisi III DPR menuntut agar hukuman bagi para pelaku tidak hanya terbatas pada sanksi kurungan pidana. Para perusak lingkungan ini harus dibebani tanggung jawab finansial dan fisik untuk memulihkan kerusakan alam yang telah mereka perbuat.

BACA JUGA  Delapan Titik Karhutla Di Sumsel Telah Berhasil Dipadamkan

“Kita minta pelaku bertanggung jawab penuh. Tidak hanya dengan dihukum pidana, tapi juga harus melakukan penghijauan kembali di titik-titik yang tadinya hutan,” pungkas Sahroni.

Saat ini, kepolisian setempat masih melakukan pengembangan mendalam untuk mengungkap identitas pihak pemberi order dan pemodal utama di balik pembakaran lahan di Kalsel tersebut. (Bowo/Mun)

TRENDING