NASIONAL
Eddy Soeparno: NU Bisa Jadi Motor Ekonomi Hijau
AKTUALITAS.ID – Kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 menghadapi tantangan besar. Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mendorong PBNU mengambil peran lebih agresif dalam menghadapi krisis lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Eddy menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya kembali KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.
Namun, bagi Eddy, pergantian kepemimpinan di tubuh organisasi Islam besar tersebut bukan sekadar momentum seremoni. Ada persoalan kebangsaan yang menurutnya membutuhkan keterlibatan NU secara langsung, terutama isu lingkungan dan energi.
“Selamat kepada KH Miftachul Akhyar dan KH Abdul Hakim Mahfudz. Semoga terus membawa NU menjadi kekuatan moral dan sosial yang memberi solusi bagi bangsa, termasuk mengatasi ancaman krisis lingkungan,” tegas Eddy, dikutip Selasa (1/9/2026).
Eddy tidak berhenti pada ucapan selamat. Ia secara terbuka mendorong PBNU mengembangkan konsep dakwah ekologis, sekaligus ikut mempercepat peralihan menuju energi bersih.
Menurutnya, ketahanan energi nasional tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah melalui kebijakan dan regulasi parlemen.
Dibutuhkan gerakan sosial yang kuat dan mengakar hingga masyarakat.
Dalam konteks itu, Eddy melihat NU memiliki modal sosial yang sangat besar. Jaringan pesantren, ulama, dai, lembaga pendidikan, serta komunitas NU dinilai dapat menjadi kendaraan untuk memperluas gerakan menjaga lingkungan.
“NU punya jaringan pesantren, ulama, hingga komunitas yang luar biasa kuat. Saya membayangkan pesantren-pesantren NU bisa menjadi role model pesantren hijau yang mandiri energi, mahir mengelola sampah, serta memanfaatkan energi surya dan konservasi air,” cetusnya.
Eddy membayangkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi contoh konkret penerapan gaya hidup ramah lingkungan.
Pengelolaan sampah, efisiensi energi, pemanfaatan energi surya, konservasi air, hingga pengembangan kegiatan ekonomi hijau dapat diterapkan secara bertahap di lingkungan pesantren.
Jika berhasil, model tersebut diyakini dapat direplikasi ke komunitas dan masyarakat di sekitar pesantren.
Eddy optimistis kekuatan jaringan PBNU mampu mempercepat penyebaran kesadaran ekologis dari lingkungan pesantren menuju masyarakat luas.
Lebih jauh, Eddy mengaitkan agenda ekologis dengan cita-cita kedaulatan energi nasional.
Menurutnya, transisi energi harus diarahkan agar Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan energinya dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sendiri.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar agenda energi bersih tidak berhenti sebagai kebijakan pemerintah.
“Kita ingin mewariskan kepada generasi mendatang bukan cuma ekonomi yang tumbuh, tapi Indonesia yang mandiri energi, udaranya bersih, dan lingkungannya tetap terjaga,” pungkas Eddy. (Mun)
-
DUNIA01/09/2026 11:00 WIBKSAD Maruli: Tato Tradisi Tak Halangi Jadi Prajurit
-
EKBIS01/09/2026 09:30 WIBIHSG Awal September Dibuka Menguat
-
JABODETABEK01/09/2026 06:30 WIBSIM Keliling Jakarta Awal September
-
NUSANTARA01/09/2026 12:30 WIBBMKG: September 2026 Belum Aman dari Kemarau
-
JABODETABEK01/09/2026 05:30 WIBBMKG: Cuaca Jakarta Awal September Super Cerah
-
EKBIS01/09/2026 10:30 WIBRupiah Nyaris Tak Bergerak di Rp17.7 Ribu
-
EKBIS01/09/2026 11:30 WIBPertamina Umumkan Harga Baru BBM Nonsubsidi
-
NASIONAL01/09/2026 13:00 WIBGerindra Semprot Bakom Soal Hasil Survei Anjlok

















