DUNIA
Houthi Tuding AS dan BoP Lindungi Israel
AKTUALITAS.ID – Kelompok Houthi di Yaman melontarkan tudingan tajam terhadap Israel, Amerika Serikat (AS), dan organisasi internasional baru bentukan Donald Trump, Board of Peace (BoP). Biro Politik Houthi menuduh Israel dengan sengaja menginjak-injak perjanjian gencatan senjata dan terus melakukan pembantaian di Gaza, berkat dukungan dana persenjataan dari Washington dan tameng politik dari negara-negara anggota BoP.
Kecaman keras ini meledak tak lama setelah gugurnya Mohammed Abdulsalam al-Yazouri, Komandan Brigade Khan Younis Hamas sekaligus petinggi Brigade Qassam, dalam serangan mematikan Israel. Houthi menegaskan, pembunuhan tokoh militer ini tidak akan meruntuhkan moral kelompok perlawanan Palestina. Sebaliknya, mereka menyerukan eskalasi dukungan dan perlawanan tanpa kompromi, terutama menyikapi pelecehan Israel terhadap situs suci Masjid Al-Aqsa.
Sorotan paling tajam dalam pusaran konflik terbaru ini mengarah pada peran Board of Peace. Dibentuk pada Januari 2026 oleh Donald Trump dengan misi awal “menyelesaikan konflik global”, dewan ini justru dinilai Houthi sebagai pelindung politik bagi operasi militer Israel. Ironisnya, forum elitis beranggotakan 22 negara ini turut menyeret nama negara mayoritas muslim, termasuk Indonesia, Turki, dan Yordania, untuk duduk satu meja bersama Israel dan AS.
Sejak awal berdirinya, BoP memang sarat kontroversi dan dicap problematik oleh komunitas internasional. Mulai dari iuran keanggotaan yang super mahal, posisi Trump sebagai ketua tanpa batas waktu, hingga misinya yang dituding tumpang tindih dengan mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, bahkan harus menegaskan bahwa keberadaan BoP tidak akan bisa menyingkirkan fungsi PBB, meski banyak pihak khawatir forum ini sengaja diciptakan untuk mengacaukan legitimasi diplomasi global.
Sementara Houthi mengarahkan telunjuknya pada konspirasi geopolitik di Gaza, tensi di perbatasan darat mereka sendiri tak kalah memanas. Kawasan Jazan, Arab Saudi, yang berbatasan langsung dengan wilayah kekuasaan Houthi dilaporkan kembali dibayangi eskalasi. Otoritas Saudi memperingatkan bahwa setiap serangan proyektil atau drone dari Yaman yang menargetkan permukiman sipil adalah pelanggaran telak terhadap hukum internasional, menambah panjang daftar krisis berdarah yang siap meledak kapan saja di Timur Tengah. (Mun)
-
DUNIA13/09/2026 15:00 WIBTrump Bongkar Dugaan Iran Ganggu Pemilu Sela AS
-
JABODETABEK13/09/2026 09:30 WIBKabur Usai Begal, Satu Pelaku Diduga Tewas Kecelakaan
-
Berita13/09/2026 23:00 WIBPolres Metro Jakarta Pusat Ungkap Peredaran 5,2 Kilogram Sabu di Cengkareng
-
NUSANTARA13/09/2026 13:30 WIBHari Keenam, SAR Sisir 809 Mil Laut Cari Jurnalis Hilang
-
POLITIK13/09/2026 16:00 WIBNama Misbakhun Muncul di Pusaran Cukai Palsu
-
RAGAM13/09/2026 14:00 WIBKetika Tan Malaka dan Soedirman Bertemu di Purwokerto
-
NUSANTARA13/09/2026 11:30 WIBBromo Terbakar Lagi, Wisatawan Dilarang Masuk
-
NASIONAL13/09/2026 13:00 WIBKPK: Guru SMA Jadi Pengepul Suap Mahasiswa Baru Unsoed

















