Connect with us

DUNIA

Houthi Kuasai Bab al-Mandeb, Dunia Panik

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: meta - ai

AKTUALITAS.ID – Skenario terburuk bagi jalur perdagangan dan geopolitik global akhirnya terjadi. Urat nadi pelayaran yang menghubungkan Asia dan Eropa kini berada di bawah cengkeraman penuh kelompok Houthi.

Dalam sebuah serangan kilat yang mematikan, pasukan Houthi sukses menyapu bersih pertahanan pemerintah Yaman dan merebut seluruh pesisir tepi Selat Bab al-Mandeb pintu gerbang utama menuju Laut Merah dan Terusan Suez pada Sabtu (12/9/2026).

Jatuhnya selat ini menjadi pukulan telak yang menyempurnakan pengepungan strategis di Timur Tengah. Dengan Selat Hormuz yang sudah lebih dulu lumpuh akibat blokade ketat Iran dalam beberapa bulan terakhir, penguasaan Bab al-Mandeb oleh Houthi secara efektif mencekik dua titik transit energi dan logistik paling vital di dunia.

BACA JUGA  Dalam 24 Jam, Saudi Klaim Tewaskan 186 Milisi Houthi

Kemenangan Houthi ini tidak diraih dengan tangan kosong. Mereka sukses merebut tiga pulau paling strategis di tengah jalur pelayaran hanya dalam hitungan hari. Pulau Mayyun (Perim) yang membelah selat menjadi beberapa jalur pelayaran telah jatuh. Menyusul kemudian Pulau Zuqar pada Kamis (10/9/2026), serta Kepulauan Hanish Besar dan Kecil yang menjadi benteng terakhir pemerintah Yaman di perairan sempit tersebut.

“Semua yang berada di bawah kendali kami di pesisir barat telah jatuh,” ungkap seorang pejabat militer Yaman yang didukung Saudi dengan nada pasrah pada Jumat (11/9/2026). Saksi mata di lapangan melaporkan kelompok bersenjata Houthi kini berpatroli bebas menggunakan kendaraan militer di sepanjang pesisir.

BACA JUGA  Houthi Umumkan Larangan Kapal Israel Melintas di Laut Merah

Bagi Arab Saudi, ini adalah mimpi buruk yang menjadi nyata. Sebagai eksportir minyak terbesar dunia, Riyadh sangat mengandalkan Laut Merah setelah jalur pipa minyak mereka dihantam serangan dan Selat Hormuz tak lagi bisa dilewati. Kini, armada tanker Saudi terjebak tanpa jalan keluar yang aman. Penguasaan Pulau Mayyun memberi Houthi posisi tembak yang sangat ideal untuk melumpuhkan kapal-kapal Saudi yang melintas.

Pesan Houthi pun sangat jelas dan mengancam. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, secara lantang mendeklarasikan bahwa jalur pelayaran Bab al-Mandeb dipastikan “aman” bagi seluruh kapal internasional dengan satu pengecualian mutlak: Arab Saudi.

Manuver mematikan ini langsung mendapat sambutan hangat dari Teheran. Mohammad Mokhber, penasihat pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, secara terbuka melontarkan ucapan selamat kepada Houthi atas “kemenangan gemilang” yang sukses mematikan langkah rival utama mereka di kawasan tersebut.

BACA JUGA  Houthi Hujani Saudi Dengan Rudal Balistik

Dengan dua selat utama di Timur Tengah kini berada di bawah kendali poros yang didukung Iran, pasar energi dan perdagangan global bersiap menghadapi guncangan eskalasi yang tak terhindarkan. (Mun)

TRENDING