EKBIS
Minyak Dunia Terjun Bebas Usai Kabar Hormuz
AKTUALITAS.ID – Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam setelah Iran memastikan Selat Hormuz tetap terbuka di tengah gencatan senjata regional, meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global.
Penurunan harga minyak terjadi pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), setelah Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa jalur strategis Selat Hormuz sepenuhnya terbuka.
Pernyataan tersebut meningkatkan optimisme pasar bahwa distribusi minyak global tidak akan terganggu secara signifikan, meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih berlangsung.
Mengutip CNBC, harga minyak mentah Amerika Serikat (WTI) untuk pengiriman Mei turun hampir 12% dan ditutup di level USD 83,85 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent sebagai patokan global turun sekitar 9% dan ditutup pada harga USD 90,38 per barel untuk pengiriman Juni.
Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tetap dapat beroperasi dengan mengikuti rute yang telah ditentukan oleh otoritas maritim Iran.
Kabar ini muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa konflik dengan Iran yang dimulai sejak 28 Februari berpotensi segera berakhir.
Trump bahkan menyampaikan apresiasi kepada Iran atas pembukaan jalur vital tersebut, meskipun ia menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran masih tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan.
Di sisi lain, perkembangan positif juga datang dari kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama 10 hari, yang dimulai pada Kamis waktu setempat.
Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal meredanya konflik yang selama ini menekan pasar energi global.
Trump juga mengungkap rencana untuk mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun ke Gedung Putih, dalam upaya membuka dialog diplomatik lanjutan.
Dengan terbukanya Selat Hormuz dan meredanya ketegangan geopolitik, pasar minyak global menunjukkan respons cepat. Namun, para analis menilai volatilitas harga masih mungkin terjadi, tergantung perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. (Kusuma/Mun)
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
NASIONAL22/07/2026 10:00 WIBEddy Soeparo Yakin Antrean BBM Bakal Susut dalam Dua Pekan
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran
-
JABODETABEK22/07/2026 08:30 WIBSeorang Prajurit TNI AD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Tangerang
-
EKBIS22/07/2026 10:30 WIBDolar AS Bikin Rupiah Tak Berkutik
-
EKBIS22/07/2026 09:30 WIBIHSG Dibuka Menguat 25 Poin

















