DUNIA
Iran Siap Balas Jika AS Serang Pickaxe Mountain
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman akan menyerang fasilitas nuklir Pickaxe Mountain di Natanz. Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Teheran yang memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap fasilitas strategis Iran berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melalui Markas Besar Khatam Al Anbiya menegaskan bahwa apabila Amerika Serikat menyerang fasilitas nuklir atau instalasi sensitif lainnya, Iran akan memberikan respons militer sesuai dengan kebijakan pertahanan yang mereka nyatakan.
Dalam pernyataannya, pihak militer Iran menyebut serangan terhadap fasilitas strategis akan dipandang sebagai perluasan konflik dan akan direspons dengan kekuatan penuh. Mereka juga memperingatkan bahwa kepentingan Amerika Serikat beserta sekutunya di kawasan dapat terdampak apabila situasi terus meningkat.
Peringatan tersebut muncul setelah Trump menyatakan bahwa fasilitas nuklir di Pickaxe Mountain akan menjadi target serangan.
“Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras,” kata Trump sebagaimana dikutip dalam berbagai laporan media internasional.
Fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain belakangan menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan sebagian sentrifus nuklir ke lokasi tersebut menyusul kerusakan sejumlah fasilitas nuklir akibat serangan pada konflik sebelumnya.
Hubungan Washington dan Teheran memang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Kedua pihak saling melontarkan pernyataan keras setelah serangkaian aksi militer dan serangan balasan yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Iran sebelumnya juga menyatakan bahwa operasi militer Amerika Serikat telah menyasar sejumlah infrastruktur penting. Di sisi lain, Amerika Serikat menegaskan langkah-langkah militernya ditujukan untuk menghadapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir dan kemampuan militer Iran.
Hingga saat ini belum ada tanda-tanda kedua negara akan menurunkan tensi. Pernyataan keras dari kedua belah pihak justru menambah kekhawatiran bahwa setiap langkah militer berikutnya dapat memperluas konflik dan meningkatkan risiko instabilitas di Timur Tengah. (Mun)
-
RIAU22/07/2026 10:52 WIBDiikuti 15.080 Pelari, Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Ekonomi Daerah Rp58,9 Miliar
-
POLITIK22/07/2026 11:00 WIBSaan Tegaskan RUU Pemilu Tak Ganggu Agenda Pemilu
-
FOTO22/07/2026 19:28 WIBFOTO: Sudaryono Sapa Staf BGN
-
EKBIS22/07/2026 11:30 WIBBitcoin Hijau di Tengah Perang AS-Iran
-
FOTO22/07/2026 22:00 WIBFOTO: Bangun Paulus Tudungta Jalani Sidang Dugaan Pemerasan
-
EKBIS22/07/2026 10:30 WIBDolar AS Bikin Rupiah Tak Berkutik
-
JABODETABEK22/07/2026 20:00 WIBRefly Harun Ungkap Kronologi Dugaan Pemerasan Bangun Paulus terhadap VL
-
DUNIA22/07/2026 12:00 WIBPresiden Iran Deklarasikan ‘Perang Total’ Lawan AS

















