Connect with us

DUNIA

Drone Iran Hantam Pangkalan Militer AS di Bahrain

Aktualitas.id -

Ilustrasi drone, foto: aktualitas.di - ai

AKTUALITAS.ID – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase yang lebih berbahaya. Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan terhadap target militer Amerika Serikat di Bahrain setelah serangan udara yang dilakukan Washington terhadap sejumlah titik di wilayah Iran.

Menurut pernyataan resmi Garda Revolusi Iran (IRGC), serangan balasan dilakukan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone yang diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain, markas utama Armada Kelima Angkatan Laut AS di kawasan Teluk.

Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, IRGC menuduh Amerika Serikat telah melakukan serangan terhadap sejumlah lokasi di wilayah Jask, Sirik, dan Qeshm pada Rabu dini hari waktu setempat.

Iran mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas telekomunikasi dan tangki air di wilayah Sirik.

Sebagai respons, IRGC mengumumkan telah melancarkan operasi drone terhadap target militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain pada pukul 02.30 waktu setempat.

“Sebagai tanggapan atas tindakan kejam musuh, pesawat tempur angkatan laut IRGC melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap Armada Kelima di Bahrain,” demikian pernyataan IRGC.

Iran juga memperingatkan bahwa respons yang lebih besar dapat dilakukan apabila serangan Amerika Serikat terus berlanjut.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa ketegangan di Timur Tengah berpotensi meningkat secara signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target Iran atas perintah Presiden Donald Trump.

Washington menyebut operasi tersebut sebagai tindakan pertahanan diri setelah sebuah helikopter serang Apache milik Angkatan Darat AS ditembak jatuh dalam insiden yang dituduhkan kepada Iran.

Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut serangan tersebut sebagai respons yang proporsional terhadap apa yang disebut sebagai agresi Iran.

“Pasukan Amerika meluncurkan serangan pertahanan diri terhadap Iran atas arahan Panglima Tertinggi sebagai tanggapan atas penembakan helikopter Apache Angkatan Darat AS,” tulis CENTCOM melalui akun resminya.

Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah, terutama karena Bahrain merupakan lokasi strategis bagi operasi militer Amerika Serikat di Teluk Persia.

Pengamat menilai setiap serangan yang melibatkan fasilitas militer AS di Bahrain berpotensi memperluas konflik dan meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur perdagangan energi dunia, termasuk kawasan Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute minyak paling vital di dunia.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan drone yang diklaim Iran tersebut.

Otoritas Amerika Serikat maupun pemerintah Bahrain juga belum mengeluarkan rincian lengkap mengenai dampak serangan yang disebut dilakukan oleh IRGC. (Mun)

TRENDING