NUSANTARA
Bejat! Oknum Guru PNS ‘Umpankan’ Murid SD Yatim Piatu ke Suami Sendiri
AKTUALITAS.ID – Suasana di Jalan Burhanuddin, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, mendadak ricuh setelah puluhan warga berbondong-bondong mendatangi rumah seorang guru perempuan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial D. Aksi tersebut dipicu beredarnya dugaan kasus pelecehan seksual terhadap seorang siswa sekolah dasar yang viral di media sosial.
Video penggerudukan itu pun menyebar luas dan memperlihatkan puluhan warga memadati depan rumah terduga. Dalam rekaman yang beredar, seorang perempuan berseragam ASN bersama seorang pria yang disebut sebagai suaminya terlihat keluar dari rumah dan kemudian menjadi sasaran kemarahan sejumlah warga. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya aparat melakukan pengamanan.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, pasangan tersebut diduga terkait dengan dugaan tindak asusila terhadap seorang anak laki-laki yang masih duduk di bangku kelas V SD. Namun, dugaan tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian dan belum dapat dipastikan kebenarannya melalui proses hukum.
Kepala Lingkungan V Kelurahan Perjuangan, Sadam Husein, membenarkan adanya keramaian yang terjadi di lingkungan tersebut.
“Benar, terjadi keramaian di sini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan asusila terhadap anak di bawah umur,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Menurut Sadam, kericuhan diduga bermula dari adu argumen warga setelah informasi mengenai dugaan kasus tersebut menyebar luas. Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang mengoordinasikan massa yang datang ke lokasi.
“Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen sehingga masyarakat berdatangan. Kemungkinan karena informasinya sudah viral di media sosial,” katanya.
Untuk mencegah situasi semakin memanas, aparat kepolisian kemudian mengamankan pasangan suami istri tersebut ke Polres Tanjungbalai.
Kasus ini mencuat setelah warga menaruh perhatian terhadap seorang siswa SD berinisial A yang disebut tidak masuk sekolah selama sekitar dua pekan, termasuk saat pelaksanaan ujian sekolah.
Menurut keterangan Koordinator warga, kecurigaan semakin muncul ketika guru yang bersangkutan disebut sempat mendatangi rumah korban untuk mengantarkan lembar ujian.
Ibu angkat korban kemudian membawa anak tersebut menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan warga, korban selanjutnya mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual. Temuan medis tersebut kemudian menjadi dasar bagi keluarga untuk melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Saat ini, Polres Tanjungbalai masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan pihak yang bertanggung jawab. Hingga proses hukum berjalan, seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. (Irawan/Mun)
-
NASIONAL24/07/2026 17:00 WIBKPK Periksa Pejabat Kemenhut, Telusuri Pertemuan Bupati Kuansing dengan Raja Juli
-
NASIONAL24/07/2026 23:59 WIBMensos Saifullah Yusuf Tindak Lanjuti Temuan ICW soal Pengadaan Sekolah Rakyat
-
RIAU24/07/2026 17:23 WIBKapolda Riau Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelaku Kejahatan Lingkungan
-
OLAHRAGA24/07/2026 17:44 WIBShin Tae-yong Buka Suara soal Larangan Melatih 10 Tahun dari KFA Korea Selatan
-
NASIONAL24/07/2026 19:30 WIBRieke Soroti Komunitas Lari WNA di Bali, Ingatkan Soal Ruang Publik dan Hukum
-
RIAU24/07/2026 18:00 WIBBupati Bengkalis Minta Direksi PT BLJ Tak Ambil Keputusan Ceroboh
-
RIAU24/07/2026 20:00 WIBPemkab Bengkalis Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Puting Beliung
-
OLAHRAGA24/07/2026 23:33 WIBWapres dan Pemain Legenda Bagikan Kaos Misi Penyelamatan Sriwijaya FC

















