DUNIA
Serangan Iran Lukai Personel Militer AS di Kuwait
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah rudal yang diluncurkan Teheran menghantam pangkalan militer AS di Kuwait. Sedikitnya tujuh orang, termasuk personel militer Amerika, dilaporkan mengalami luka-luka dalam serangan yang disebut sebagai aksi balasan Iran atas operasi militer Washington.
Laporan media AS menyebutkan tujuh korban terdiri dari empat tentara Amerika Serikat dan tiga kontraktor sipil yang bertugas di pangkalan tersebut. Meski seluruh korban dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan kembali bertugas dalam waktu kurang dari 24 jam, insiden ini menjadi sinyal keras bahwa konflik kedua negara semakin berbahaya.
Serangan yang terjadi pekan lalu itu diklaim Iran sebagai respons langsung terhadap operasi militer AS di wilayah selatan Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan pasukannya sengaja menargetkan fasilitas militer Amerika sebagai bentuk pembalasan.
Di sisi lain, militer Amerika melalui CENTCOM mengklaim sebagian rudal Iran berhasil dicegat sistem pertahanan udara Kuwait. Namun fakta adanya korban luka memunculkan pertanyaan soal efektivitas perlindungan terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk.
Situasi semakin panas setelah IRGC kembali mengumumkan operasi serangan baru yang disebut berhasil menghancurkan pangkalan yang digunakan pasukan AS untuk mendukung operasi militer di wilayah selatan Iran. Meski lokasi target tidak diungkap secara rinci, klaim tersebut langsung memicu perhatian internasional.
Pada saat yang hampir bersamaan, militer Kuwait mengaku berhasil menggagalkan serangan rudal dan drone yang mengarah ke wilayahnya. Kondisi ini menunjukkan eskalasi konflik tidak lagi terbatas pada Iran dan Amerika Serikat, tetapi mulai menyeret kawasan Teluk ke dalam pusaran ketegangan.
Sementara itu, CENTCOM mengonfirmasi pasukan AS telah melancarkan serangan terhadap fasilitas radar dan pusat komando drone Iran di sejumlah lokasi strategis. Washington menyebut operasi tersebut sebagai tindakan pertahanan diri setelah Iran menembak jatuh drone militer AS yang beroperasi di perairan internasional.
Rentetan serangan balasan ini memperlihatkan bahwa konfrontasi Iran dan Amerika belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Justru sebaliknya, kedua pihak kini semakin agresif menunjukkan kekuatan militer mereka, memicu kekhawatiran dunia akan potensi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Mun)
-
DUNIA14/06/2026 12:00 WIBPesawat Angkut Militer India Hancur Saat Mendarat
-
RAGAM14/06/2026 15:30 WIBDokter Ungkap Batas Aman Makan Mi Instan
-
NUSANTARA14/06/2026 16:30 WIBKasus Pertalite 25 Liter di Medan, Hakim Sebut Curigai Ada “Request”
-
POLITIK14/06/2026 18:00 WIBPartai Gelora Siapkan Strategi Baru untuk Pemilu 2029
-
OTOTEK14/06/2026 17:00 WIBMenkomdigi Minta Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Lawan Kejahatan Digital
-
NASIONAL14/06/2026 13:00 WIBBagja Ingin Jajaran Bawaslu Melek Tipikor
-
OLAHRAGA14/06/2026 17:30 WIBPrediksi Swedia vs Tunisia: Duel Pembuka Grup F Piala Dunia 2026
-
OTOTEK14/06/2026 19:00 WIBDenny JA Nyatakan Lahirnya Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
















