DUNIA
Trump Klaim Iran Menyerah Soal Nuklir
AKTUALITAS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan besar yang berpotensi mengubah peta geopolitik dunia. Di tengah proses negosiasi pascaperang yang masih berlangsung, Trump mengklaim Iran telah memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News yang disiarkan Sabtu (30/5). Menurutnya, isu nuklir menjadi syarat utama yang harus dipenuhi Teheran jika ingin hubungan kedua negara bergerak ke arah yang lebih stabil.
“Satu-satunya jaminan yang harus saya dapatkan adalah tak akan ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju, dan itu sangat menarik,” kata Trump.
Klaim tersebut langsung menarik perhatian dunia internasional. Pasalnya, selama bertahun-tahun program nuklir Iran menjadi salah satu sumber ketegangan terbesar di Timur Tengah dan kerap memicu ancaman konflik terbuka dengan Amerika Serikat maupun Israel.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Teheran yang membenarkan pernyataan Trump. Bahkan dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Iran berulang kali membantah sejumlah klaim Washington terkait pembahasan program nuklir mereka.
Tak hanya membahas nuklir, Trump juga mengungkap target besar berikutnya. Pemerintah AS kini disebut fokus mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia yang ditutup Iran sejak awal Maret.
Penutupan Selat Hormuz terjadi setelah serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada akhir Februari. Sebagai respons, Teheran mengambil langkah keras dengan menutup salah satu jalur pelayaran terpenting dunia tersebut, memicu gejolak pasar energi internasional.
Di tengah situasi yang masih sensitif, Trump juga terlihat mulai mengendurkan nada ancaman militernya. Jika sebelumnya Washington beberapa kali membuka kemungkinan serangan lanjutan, kini Trump mengisyaratkan pendekatan yang lebih hati-hati.
“Saya tidak buru-buru. Pelan tapi pasti, saya rasa kita akan mendapat apa yang kita inginkan,” ujarnya.
Meski demikian, sumber-sumber diplomatik menyebut Washington telah mengirim proposal baru kepada Iran yang dikabarkan berisi tuntutan lebih keras dibandingkan proposal sebelumnya. Detail isi proposal tersebut masih dirahasiakan.
Pekan lalu, Amerika Serikat dan Iran sepakat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Washington menyebut pembicaraan mengenai masa depan program nuklir Iran mulai memasuki tahap awal, sementara Teheran tetap menegaskan bahwa prioritas utama mereka saat ini adalah memastikan perang benar-benar berakhir.
Di tengah tarik-ulur diplomasi tersebut, satu pertanyaan besar masih menggantung: apakah Iran benar-benar sepakat meninggalkan ambisi senjata nuklir, atau klaim Trump hanyalah bagian dari strategi negosiasi yang lebih besar?
Jawaban atas pertanyaan itu bisa menentukan arah stabilitas Timur Tengah dalam beberapa bulan ke depan. (Mun)
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 17:00 WIBFreeport Lepas 11.000 Bibit Baramundi dan Kepiting di Pesisir Mimika
-
OLAHRAGA31/05/2026 16:30 WIBParis Saint Germain Juarai Liga Champions
-
NASIONAL31/05/2026 16:00 WIBMantan Menhan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
-
PAPUA TENGAH31/05/2026 21:32 WIBCuaca Laut Mimika Memburuk, BPBD Minta Nelayan Tunda Melaut
-
OTOTEK01/06/2026 08:30 WIBPassword Warga Indonesia Disebut Rawan Diretas dalam Hitungan Detik
-
JABODETABEK31/05/2026 19:00 WIBGudang Limbah Dilalap si Jago Merah, 12 Armada Dikerahkan
-
RAGAM01/06/2026 06:00 WIBRahmat Bagja: PAW Rentan Disusupi Kepentingan Politik
-
NUSANTARA31/05/2026 17:30 WIBPuncak Padat, Pengendara Diarahkan ke Jalur Alternatif Jonggol-Sukabumi

















