DUNIA
Trump: Iran Dilarang Pungut Tarif Hormuz
AKTUALITAS.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Teheran dengan menyatakan bahwa seluruh proses negosiasi akan dihentikan apabila Iran tetap memungut biaya terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengaku telah menerima jaminan dari pejabat Iran bahwa tidak akan ada pungutan apa pun, baik berupa tarif, biaya tol, premi asuransi, maupun biaya lain bagi kapal yang melewati salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia tersebut.
Namun, Trump menegaskan kesabarannya memiliki batas.
“Jika informasi ini palsu, negosiasi akan segera berakhir,” tegas Trump.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam situasi yang sangat rapuh, meski kedua negara tengah membuka jalur diplomasi.
Tak hanya soal Selat Hormuz, Trump juga menegaskan Amerika Serikat tidak akan menyerahkan uang tunai kepada Iran. Ia mengatakan bantuan yang diberikan nantinya akan diwujudkan dalam bentuk pembelian bahan pangan dari petani Amerika untuk kemudian disalurkan ke Iran.
“Makanan sangat dibutuhkan di Iran, dan kami akan membelinya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat,” ujar Trump.
Ancaman Trump muncul setelah pemerintah Iran sebelumnya menyampaikan rencana pemberlakuan biaya layanan maritim di Selat Hormuz.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan kebijakan tersebut direncanakan berlaku setelah masa negosiasi selama 60 hari sebagaimana diatur dalam nota kesepahaman yang ditandatangani bersama Amerika Serikat.
Rencana itu langsung mendapat penolakan keras dari Washington.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan tidak ada negara, termasuk Iran, yang berhak memungut biaya atas kapal-kapal internasional yang melintasi Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan ini setiap hari. Karena itu, setiap ancaman terhadap kebebasan pelayaran di kawasan tersebut selalu menjadi perhatian serius pasar energi dan komunitas internasional.
Dengan saling lempar peringatan antara Washington dan Teheran, masa depan negosiasi kedua negara kembali berada di ujung tanduk. Apabila sengketa mengenai Selat Hormuz semakin memanas, bukan hanya hubungan diplomatik yang berisiko terganggu, tetapi juga stabilitas pasar minyak dunia dan rantai pasok energi global. (Mun)
-
NASIONAL25/06/2026 16:47 WIBHarga Pertamax Diprediksi Turun per 1 Juli 2026
-
NASIONAL25/06/2026 17:44 WIBKasus YTR, PPP Minta Negara Hadir Berikan Pendampingan Maksimal
-
NASIONAL25/06/2026 16:16 WIBBahlil Buka Kartu! Ada 120 Sumur Minyak Baru, RI Siap Kurangi Impor BBM
-
POLITIK25/06/2026 17:00 WIBDemokrat 10 Tahun Oposisi Tanpa Main Mata dengan Kekuasaan
-
NASIONAL25/06/2026 21:00 WIBKasus Korupsi PPT Energy Trading, KPK Panggil Mantan Direktur Pelabuhan
-
OLAHRAGA26/06/2026 04:30 WIBUruguay vs Spanyol: Duel Hidup Mati Menuju Babak 32 Besar
-
RAGAM25/06/2026 16:00 WIBTidur Dekat HP Jadi Kebiasaan Buruk Generasi Digital
-
POLITIK25/06/2026 17:20 WIBPengamat: Pengacara Profesional akan Berpikir Ulang Bela Jokowi dalam Kasus Ijazah

















