Connect with us

NUSANTARA

Api Makin Merambat, 899 Hektare Bromo Terbakar

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Hingga Selasa (12/8), luas wilayah terdampak kebakaran telah mencapai 899 hektare.

Petugas gabungan kini berpacu dengan waktu untuk menghentikan rambatan api yang masih mengancam kawasan Bromo.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan, operasi pemadaman dari udara melalui water bombing kembali dimaksimalkan. Penyiraman udara difokuskan di wilayah Dingklik, Pasuruan, dan P30, Probolinggo.

“Water bombing sedang dilaksanakan di Dingklik Pasuruan dan P30 Probolinggo. Kondisi saat ini wilayah Bromo berkabut. Luas wilayah terdampak 899 hektare akibat kebakaran dari awal hingga tadi malam,” kata Gatot.

Namun, operasi udara belum dapat berjalan optimal. Sejumlah kendala membuat upaya menjatuhkan air dari udara menghadapi tantangan berat.

BACA JUGA  Kebakaran Hutan Landa Wilayah Bagian Chile, Sedikitnya 10 Orang Dilaporkan Tewas

Salah satu persoalan utama adalah sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses pengisian air dan penerbangan menuju titik api menjadi lebih sulit.

Situasi semakin rumit karena kawasan Bromo menghadapi angin kencang dan perubahan cuaca yang cepat.

“Sumber air jauh, angin kencang dan cuaca yang mudah berubah-ubah, curam topografinya dan banyaknya bahan bakar berupa ilalang dan sarasah yang sangat kering dan mudah terbakar,” ujar Gatot.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan water bombing. Penguatan pemadaman melalui jalur darat juga dilakukan untuk menekan titik-titik api yang sulit dijangkau dari udara.

Sejumlah peralatan telah dikerahkan, mulai dari dua truk pemadam kebakaran, dua truk tangki, satu kendaraan L300 yang membawa tandon air hingga satu unit drone water spray.

BACA JUGA  Jumhur: Mitigasi Kebakaran Hutan Harus Lebih Serius

Kepala BNPB bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) turut mendatangi posko penanganan kebakaran Bromo. Keduanya memberikan arahan agar seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat pengendalian api.

Personel TNI dan Polri serta unsur terkait diminta memperkuat operasi pemadaman darat, sementara water bombing terus dioptimalkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditembus.

Gatot mengatakan strategi pemadaman kini mengandalkan kombinasi kekuatan darat dan udara.

“Saat ini Bapak Kaban BNPB dan Pak Menko PMK hadir di posko penanganan kebakaran di Bromo memberikan arahan, termasuk untuk memaksimalkan personel dari TNI dan Polri serta tim terkait guna penguatan tim darat, serta berupaya maksimal untuk water bombing,” katanya.

BACA JUGA  Puntung Rokok Bikin 100 Ha Lahan Banggai Terbakar

Karhutla di kawasan Bromo pertama kali dilaporkan terjadi pada Senin (3/8) sekitar pukul 17.00 WIB.

Api kemudian terus berkembang hingga menyebabkan wilayah terdampak mencapai ratusan hektare.

Menyusul kondisi tersebut, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) malam.

Dengan luas terdampak yang kini mencapai 899 hektare, operasi pemadaman menjadi semakin mendesak. Medan curam, vegetasi kering, angin kencang, sumber air yang jauh, serta perubahan cuaca menjadi kombinasi tantangan yang membuat api sulit segera dikendalikan.

Pemerintah kini mengerahkan kekuatan darat dan udara secara bersamaan untuk mencegah karhutla Bromo semakin meluas. (Andrey/Mun)

TRENDING