Connect with us

NASIONAL

5 Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan

Aktualitas.id -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

AKTUALITAS.ID – Skandal ‘penjara sultan’ mengguncang Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Buntut temuan fasilitas kelewat mewah oleh Ombudsman, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengambil langkah tegas dengan langsung menonaktifkan lima pejabat teras lapas tersebut.

Inspektur Jenderal Kementerian Imipas, Rudi Setiawan, menegaskan kelima petinggi lapas yang dicopot meliputi Kepala Lapas (Kalapas), Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasi Binadik, Kasi Keamanan dan Ketertiban, serta Kepala Urusan Umum.

“Kami menonaktifkan 5 pejabat struktural yang diduga bertanggung jawab terkait peristiwa yang ditemukan oleh Ombudsman. Kami akan lakukan pemeriksaan, bagaimana kondisi ini bisa terjadi sampai ditemukan hari ini,” tegas Rudi dalam konferensi pers, Sabtu (26/9/2026).

Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong memang tak main-main dan jauh dari gambaran sebuah penjara. Anggota Ombudsman, Syafrida Rachmawati Rasahan, membeberkan adanya bangunan khusus bak rumah singgah elit di dalam area lapas.

Bangunan tersebut bukan lagi berbentuk sel, melainkan dilengkapi ruang tamu, kamar tidur berfasilitas lengkap, ruang makan, dapur pribadi, televisi, hingga kulkas. Ironisnya, di dalam kulkas tersebut, tim Ombudsman menemukan botol minuman keras (miras). Kemewahan ini makin tak masuk akal dengan ditemukannya fasilitas gym yang sedang dibangun, beserta rencana pembuatan area minigolf khusus narapidana elit.

Siapa penghuninya? Seorang narapidana berstatus warga binaan secara terang-terangan mengaku kepada tim Ombudsman bahwa dirinya membayar demi bisa menikmati fasilitas bak hotel tersebut.

Sayangnya, praktik pungli tarif sel mewah ini belum terungkap nominalnya. Saat tim Ombudsman mencoba mengorek keterangan lebih jauh soal ‘harga sewa’ kepada sang napi, sejumlah petugas lapas buru-buru datang ke lokasi dan menghalangi proses investigasi. Kini, kelima pejabat yang dinonaktifkan harus menghadapi pemeriksaan intensif terkait lolosnya fasilitas sultan tersebut ke dalam jeruji besi. (Andrey/Mun)

Continue Reading

TRENDING