Connect with us

NASIONAL

Daftar Napi VIP Penghuni Lapas Cibinong Terungkap

Aktualitas.id -

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, (Tangkapan layar youtube Lapas Kelas IIA Cibinong)

AKTUALITAS.ID – Skandal fasilitas istimewa di balik jeruji besi kembali mencoreng sistem pemasyarakatan Indonesia. Inspeksi mendadak (sidak) yang digelar Ombudsman RI di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (23/9/2026), membongkar fakta mencengangkan: keberadaan hunian super mewah yang kontras dengan fungsi lapas sebagai tempat pembinaan.

Dalam sidak tersebut, tim Ombudsman menemukan klaster hunian eksklusif yang dilengkapi fasilitas bak rumah pribadi. Mulai dari ruang tamu, kamar tidur nyaman, ruang makan, dapur, hingga berbagai barang elektronik seperti televisi dan kulkas terpasang rapi di dalam area lapas.

Temuan ini langsung memicu gejolak publik, mengingat Lapas Cibinong merupakan ‘rumah’ bagi deretan narapidana kelas kakap yang kerap menyedot perhatian nasional.

BACA JUGA  Soal Vaksinasi Keluarga Anggota DPRD, Ombudsman akan Periksa Dinkes DKI

Beberapa nama tersohor yang tercatat mendekam di sana antara lain Harvey Moeis, terpidana kasus korupsi tata niaga timah yang dihukum 20 tahun penjara dan menghuni lapas sejak Juli 2025. Selain itu, ada mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo bersama dua kroninya, Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal Wibowo—terpidana pembunuhan berencana Brigadir J—yang ditempatkan di Blok A25. Mantan Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (Pepen), yang terjerat kasus suap dan gratifikasi 12 tahun penjara, juga berada di lapas yang sama.

Kendati demikian, Ombudsman RI menegaskan belum bisa menunjuk hidung siapa sosok yang beruntung menikmati fasilitas ‘istana’ tersebut.

“Ombudsman tidak bisa memastikan karena kami tidak bertemu langsung,” ujar Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan, dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA  Potensi Rugikan Negara, Ombudsman: 397 Komisaris BUMN Rangkap Jabatan pada 2019

Syafrida menambahkan, pihak lapas belum menyerahkan salinan data lengkap warga binaan yang telah dieksekusi oleh kejaksaan. Alhasil, Ombudsman belum dapat mencocokkan identitas terpidana dengan daftar calon penghuni sel mewah tersebut.

“Sementara kami tidak bisa memberikan karena kami tidak mendapatkan dokumen siapa saja warga binaan yang sudah dieksekusi maupun yang belum dieksekusi kejaksaan yang berada di Lapas Kelas IIA Cibinong,” lanjut Syafrida.

Atas temuan mengejutkan ini, Ombudsman memastikan tidak akan tinggal diam dan bakal mendalami siapa dalang serta penghuni asli klaster eksklusif di balik tembok Lapas Cibinong. (Andrey/Mun)

TRENDING