Connect with us

DUNIA

Presiden Iran Tantang AS di Sidang PBB

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Panggung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di jantung kota Manhattan mendadak memanas. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menggunakan mimbar internasional tersebut untuk melontarkan perlawanan terbuka, menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah bertekuk lutut di hadapan Amerika Serikat.

Dalam pidatonya pada Rabu (23/9/2026), Pezeshkian mengirim pesan menohok yang secara khusus ditujukan kepada Presiden Donald Trump. Ia memperingatkan bahwa sanksi bertubi-tubi dan intimidasi Washington tidak akan melemahkan Iran, melainkan justru mengobarkan perlawanan rakyat.

“Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut. Perlawanan rakyat Iran hanya akan meningkat dalam menghadapi sanksi dan tekanan,” tegas Pezeshkian.

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz turut menjadi sorotan tajam. Jalur air strategis yang menjadi urat nadi energi global tersebut dipastikan tidak akan bisa diakses secara bebas oleh pihak-pihak yang memusuhi Iran. Pezeshkian mengutuk keras standar ganda negara-negara Barat yang ingin meraup keuntungan dari selat tersebut, namun di saat bersamaan menggunakannya sebagai jalur agresi militer terhadap negaranya.

BACA JUGA  16 Nyawa Melayang dalam Serangan Drone Rusia

Serangan verbal Pezeshkian memuncak ketika ia membalikkan narasi terorisme yang kerap disematkan pada Iran. Secara terang-terangan, ia menuding Washington sebagai pelaku terorisme sesungguhnya atas pembunuhan mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di awal perang.

Sebagai bukti nyata, Pezeshkian membentangkan foto raksasa mendiang Ali Khamenei beserta lebih dari 150 anak sekolah Iran yang tewas secara tragis di hari-hari pertama pecahnya konflik.

“Rakyat kami yang tidak bersalah telah menjadi sasaran serangan dan agresi pengecut. Amerika dan Israel menyerang kami, dan kami membela diri dengan sekuat tenaga. Kami bukan teroris, kami hanya membela diri,” ungkap Pezeshkian dengan nada keras.

Kehadiran delegasi Iran di markas PBB ini sendiri sempat diwarnai drama diplomatik tingkat tinggi. Hingga detik-detik terakhir, partisipasi Pezeshkian diragukan karena perizinan visa yang digantung oleh AS. Meski pada akhirnya Washington menerbitkan visa bagi Pezeshkian, mereka tetap menjegal langkah sejumlah anggota rombongan dengan menolak pengajuan visa mereka. (Mun)

BACA JUGA  Erdogan Tuntut PBB Hapus Hak Veto Sekarang Juga

TRENDING