Connect with us

DUNIA

451 Ribu Nyawa Terancam Panas El Nino

Aktualitas.id -

Ilustrasi, foto: aktualitas.id - ai

AKTUALITAS.ID – Dunia bersiap menghadapi ancaman mematikan. Fenomena El Nino yang melanda sejak pertengahan tahun ini diproyeksikan bakal memicu tambahan hingga 451.000 kematian akibat gelombang panas di seluruh dunia hingga Februari 2027 mendatang.

Berdasarkan laporan Climate Impact Lab di University of Chicago yang dilansir dari AFP, El Nino pada 2026 ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam catatan sejarah. Kehadirannya kian memperparah lonjakan suhu global yang sudah tertekan akibat krisis perubahan iklim ulah manusia.

Yang paling mengkhawatirkan, negara-negara berkembang dipastikan menjadi kelompok paling rentan menanggung beban terberat dari bencana iklim ini.

Wilayah Sahel di Afrika diproyeksikan mengalami lonjakan kematian tertinggi, yakni mencapai 66.800 jiwa, di mana hampir separuhnya terkonsentrasi di Nigeria. Tak hanya itu, kawasan Asia Tenggara juga tidak luput dari ancaman maut. Indonesia diperkirakan menyumbang sekitar 19.300 kematian terkait panas, sementara negara tetangga seperti Filipina, Vietnam, Thailand, and Kamboja secara akumulatif mencatatkan 19.400 jiwa terancam.

BACA JUGA  Warga Amerika Dilanda Cuaca Ekstrem, Picu Kebakaran Hutan

Lonjakan serupa juga mengintai India dengan proyeksi 15.800 kematian serta Brasil sebanyak 13.300 kematian.

Para peneliti mengungkapkan, rata-rata suhu daratan global dalam beberapa bulan ke depan diprediksi melonjak hingga 1,2 derajat Celsius di atas kondisi normal. Peningkatan drastis ini membuat frekuensi hari dengan suhu super panas melonjak hingga 44% dibandingkan tahun-tahun normal.

Proyeksi mengerikan ini dihitung melalui metode riset mendalam yang menghubungkan suhu dengan risiko kematian di lebih dari 24.000 wilayah, dengan memperhitungkan tingkat kerentanan lokal serta perbandingan rata-rata iklim periode 1996–2025.

Peringatan ini muncul hanya sehari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendeklarasikan El Nino sebagai ancaman nyata bagi kesehatan global.

BACA JUGA  Iduladha 2026 Diprediksi Panas Ekstrem

Kendati memuat angka kematian yang fantastis, Climate Impact Lab berharap data ini bisa menjadi alarm bagi pemerintah di berbagai negara untuk segera mengambil tindakan pencegahan darurat. Langkah konkret seperti menerbitkan peringatan dini gelombang panas, mendirikan pusat penyejukan (cooling centers), hingga menyediakan posko air minum bersih harus segera digencarkan.

“Laporan ini memungkinkan para pengambil keputusan melihat secara tepat lokasi tindakan darurat dapat dilakukan sekarang untuk menyelamatkan puluhan ribu nyawa dalam beberapa bulan mendatang,” tegas salah satu pendiri Climate Impact Lab, Michael Greenstone. (Mun)

TRENDING