Connect with us

DUNIA

Wali Kota New York: Netanyahu Disebut Dalang Genosida Palestina

Aktualitas.id -

Calon Wali Kota New York, Zohran Mamdani. (Instagram/zohrankmamdani)

AKTUALITAS.ID – Ketegangan level tinggi meledak jelang Sidang Majelis Umum PBB. Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, memberikan serangan balik yang sangat menohok kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Tidak terima disebut “memalukan”, Mamdani justru melabeli sang Perdana Menteri sebagai ‘arsitek genosida’.

Perang urat saraf ini bermula dari sebuah video yang diunggah Netanyahu sebelum lepas landas menuju New York. Dalam video provokatif tersebut, Netanyahu menuduh Mamdani mendukung kelompok Hamas dan menghasut kerusuhan yang menargetkan warga Yahudi di New York.

“Anda memalukan karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi. Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda,” ancam Netanyahu dalam videonya.

BACA JUGA  Netanyahu Pecat 2 Pejabat Mossad Usai Operasi Gagal

Tudingan itu tak dibiarkan menguap. Dalam jumpa pers pada Selasa (22/9), Mamdani merespons dengan tajam dan mematikan. Ia secara tegas membantah telah menghasut kekerasan, dan membalikkan keadaan dengan menelanjangi status hukum internasional Netanyahu.

“Kita semua tahu bahwa apa yang dikatakan Perdana Menteri dalam video itu tidak benar,” serang Mamdani.

“Kebenaran yang kita ketahui adalah bahwa ia menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Sebagai perdana menteri, ia adalah arsitek genosida mengerikan terhadap warga Palestina,” lanjutnya tanpa tedeng aling-aling.

Perseteruan ini merupakan puncak dari desakan Mamdani sehari sebelumnya. Pada Senin (21/9), ia secara terbuka menyerukan agar negara-negara anggota ICC segera mengeksekusi surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu yang telah dirilis sejak 21 November 2024 lalu.

BACA JUGA  Netanyahu Bersumpah Jatuhkan Pemerintahan Baru Israel

Meski Mamdani menyadari tangannya terikat hukum mengingat AS di bawah pemerintahan Donald Trump menolak keras yurisdiksi ICC dan bukan penandatangan Statuta Roma ia memastikan satu pesan tersampaikan dengan jelas: Sang arsitek genosida sama sekali tidak diterima menginjakkan kaki di New York. (Mun)

TRENDING