Connect with us

NASIONAL

Studi ke Vietnam, P4N Angkatan LXX Lemhannas Dalami Strategi Ekonomi dan Energi

Aktualitas.id -

Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) P4N Angkatan LXX di Hanoi, Vietnam, Kamis (5/11/2026).

AKTUALITAS.ID – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI TB Ace Hasan Syadzily mengajak peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 mempelajari strategi Vietnam dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, serta memperkuat daya saing nasional.

Ajakan tersebut disampaikan dalam rangkaian Studi Strategis Luar Negeri (SSLN) P4N Angkatan LXX di Hanoi, Vietnam, Kamis (5/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ace Hasan bersama rombongan mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Hanoi. Rombongan diterima Duta Besar RI untuk Vietnam Adam Mulawarman Tugio yang memaparkan perkembangan hubungan bilateral kedua negara, kerja sama ekonomi, serta kebijakan Vietnam dalam mendorong pembangunan nasional.

Berdasarkan paparan tersebut, pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal III 2026 mencapai 9,9 persen. Pertumbuhan itu didukung reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, serta kebijakan keterbukaan ekonomi yang menarik investasi asing, terutama di sektor manufaktur.

Ace Hasan mengatakan, studi strategis luar negeri tidak sekadar menjadi kunjungan ke negara lain, tetapi merupakan bagian dari proses pembentukan kapasitas kepemimpinan nasional.

BACA JUGA  PDB Vietnam Tumbuh 8,22 Persen, Tertinggi Sejak 2011 Meski Dihantam Badai

“Studi Strategis Luar Negeri merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan nasional. Para peserta tidak hanya dituntut memahami perkembangan global, tetapi juga mampu mengambil pelajaran strategis dari pengalaman negara lain untuk kepentingan Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah kebijakan Vietnam dapat menjadi bahan kajian bagi Indonesia, khususnya dalam memperkuat fondasi ekonomi dan ketahanan nasional.

“Vietnam memberikan banyak hal yang dapat kita pelajari, mulai dari reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur terpadu, hingga keberhasilannya membangun kepercayaan investor global. Pengalaman tersebut perlu dikaji secara komprehensif agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan strategi pembangunan dan memperkuat ketahanan nasional, khususnya dalam mewujudkan kemandirian energi Indonesia,” kata Ace Hasan.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Vietnam Adam Mulawarman Tugio menjelaskan, keterbukaan ekonomi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kepercayaan investor internasional terhadap Vietnam.

Sektor manufaktur juga berperan dalam memperkuat posisi Vietnam di rantai pasok global. Selain itu, reformasi struktural, peningkatan kualitas SDM, dan pembangunan infrastruktur menjadi bagian dari kebijakan pembangunan negara tersebut.

BACA JUGA  Golkar: Siapapun Berhak Mendirikan Partai Politik

Adam mengatakan, pengalaman Vietnam dapat menjadi bahan perbandingan bagi Indonesia dalam meningkatkan produktivitas, memperkuat fondasi ekonomi, dan membangun iklim investasi yang berkelanjutan.

“Indonesia dan Vietnam memiliki hubungan bilateral yang semakin strategis dengan peluang kerja sama yang sangat besar. Kemajuan ekonomi Vietnam, khususnya melalui reformasi struktural, keterbukaan ekonomi, penguatan sektor manufaktur, dan peningkatan investasi, merupakan pengalaman penting yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kesiapan KBRI Hanoi untuk memfasilitasi kerja sama kedua negara melalui diplomasi dan pertukaran pengetahuan di berbagai sektor.

“Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi berkomitmen untuk terus memperkuat peran diplomasi sebagai jembatan kerja sama kedua negara. Kami siap memfasilitasi pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi di berbagai sektor strategis agar hubungan Indonesia-Vietnam semakin memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan kepentingan nasional kedua negara,” kata Adam.

Hubungan Indonesia dan Vietnam sendiri telah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2025.

Dalam SSLN P4N Angkatan LXX Tahun 2026, peserta juga mendalami isu energi dengan mengangkat tema “Peran Energi Baru dan Terbarukan dalam Meningkatkan Kemandirian Energi Nasional”.

BACA JUGA  Pada Tahun 2021, Ekonomi Vietnam Cuma Tumbuh 2,58 Persen

Pembahasan sektor energi tersebut diarahkan untuk memperkaya pemahaman peserta mengenai peluang kerja sama Indonesia-Vietnam, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain mengunjungi KBRI Hanoi, peserta dijadwalkan mendatangi sejumlah objek strategis di Vietnam. Hasil kunjungan akan menjadi bahan seminar dan penyusunan Kertas Karya Ilmiah Perseorangan (TASKAP).

Program P4N Angkatan LXX merupakan pendidikan bagi calon pimpinan nasional yang sebelumnya dikenal sebagai Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA). Pendidikan berlangsung selama lima setengah bulan dengan peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur sipil negara, dan kalangan non-aparatur sipil negara.

Studi Strategis Luar Negeri yang berlangsung pada 4–6 November 2026 di Vietnam merupakan bagian dari kurikulum Lemhannas untuk membekali peserta dengan wawasan internasional dan kemampuan menganalisis perkembangan lingkungan strategis.

Pengalaman Vietnam diharapkan dapat menjadi bahan kajian dalam merumuskan strategi pembangunan nasional, terutama terkait penguatan ekonomi, investasi, dan kemandirian energi.

TRENDING