Connect with us

NASIONAL

Kementerian PKP Siapkan Pengiriman 2,4 Juta Genteng dari Majalengka, Libatkan 34 UMKM

Aktualitas.id -

Persiapan pengiriman dibahas dalam rapat yang dipimpin Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

AKTUALITAS.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan kesiapan pengiriman 2,4 juta genteng yang diproduksi 34 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Pengiriman yang dijadwalkan diluncurkan pada Minggu, 8 November 2026, itu akan melibatkan sekitar 600 truk.

Persiapan pengiriman dibahas dalam rapat yang dipimpin Maruarar di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Bupati Majalengka.

Maruarar meminta seluruh pihak memastikan kesiapan produksi, kualitas dan jumlah genteng, hingga teknis distribusi. Dia juga menekankan pentingnya pendataan tenaga kerja dan pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ini (Peluncuran 2,4 Juta Genteng-red) melibatkan banyak orang. Saya minta semuanya dipersiapkan secara detail, mulai dari jumlah genteng, kualitas, waktu pengiriman, sampai dengan kesiapan sopir, tenaga kerja, dan seluruh pihak yang terlibat. Kita harus memastikan semuanya berjalan sesuai rencana,” ujar Maruarar.

BACA JUGA  PKP Gandeng ATR/BPN Petakan Lahan Negara untuk Perumahan MBR, Mafia Tanah Jadi Perhatian

Menurut Maruarar, pengiriman jutaan genteng tersebut menjadi momentum bagi industri genteng di Majalengka, khususnya kawasan Jatiwangi yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng di Indonesia.

Dia menyebut, dari 34 UMKM yang terlibat, sebagian besar telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebanyak 34 UMKM disebut telah memiliki sertifikasi SNI, sedangkan 11 lainnya masih dalam proses.

“Ini luar biasa. Dari yang sebelumnya belum memiliki SNI, sekarang sudah ada 34 UMKM yang memiliki SNI dan 11 lainnya masih dalam proses. Ini menunjukkan bahwa UMKM bisa terus dibina dan ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Maruarar berharap pesanan tersebut dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat, mulai dari sektor produksi hingga distribusi. Keterlibatan pekerja UMKM, tenaga produksi, pengemudi truk, dan tenaga pendukung logistik dinilai dapat memperluas kesempatan kerja.

Dia juga berharap jumlah pesanan genteng dari Majalengka meningkat pada tahun depan.

“Saya berharap ini bisa berkelanjutan. Tahun ini ada pesanan 2,4 juta genteng untuk Majalengka. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi minimal 4 juta,” ujarnya.

BACA JUGA  Maruarar Sirait: Buku Industri Properti 8% Jadi Referensi Program 3 Juta Rumah

Dalam rapat tersebut dilaporkan, sebanyak 2,4 juta genteng telah disiapkan untuk didistribusikan menggunakan sekitar 600 truk. Pengiriman akan mendukung sejumlah program perumahan, termasuk program bedah rumah yang didukung pemerintah daerah serta kebutuhan yang melibatkan pengembang dan mitra swasta.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 446 truk dialokasikan untuk distribusi melalui program pemerintah ke sejumlah wilayah, antara lain Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Sementara itu, distribusi lainnya mencakup kebutuhan di Majalengka dan sejumlah wilayah sasaran program perumahan.

Maruarar meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait memastikan distribusi berjalan sesuai jadwal. Pengawasan juga harus mencakup jumlah genteng, standar kualitas, serta pendataan tenaga kerja yang terlibat.

“Jangan hanya jumlah gentengnya yang dihitung. Berapa UMKM yang terlibat, berapa pekerjanya, berapa sopir dan tenaga pendukungnya, semuanya harus tercatat. Kita ingin melihat dampak nyata kegiatan ini terhadap masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA  Menteri PKP Koordinasi dengan BPK, Pastikan Program Perumahan Tepat Sasaran

Selain produksi dan distribusi, rapat membahas persiapan teknis peluncuran untuk mengatur pergerakan ratusan truk. Panitia menyiapkan simulasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna memetakan jalur masuk dan keluar kendaraan, penempatan truk, serta pengaturan pergerakan di lokasi acara.

Simulasi tersebut ditujukan untuk mencegah antrean dan persilangan jalur kendaraan yang dapat menghambat proses pengiriman. Pemuatan genteng ke dalam truk dijadwalkan mulai dilakukan pada Jumat (6/11/2026).

Seluruh kendaraan ditargetkan tiba di lokasi sesuai jadwal sebelum peluncuran. Panitia juga diminta mengatur akses kendaraan tamu, jalur operasional, area parkir, dan pergerakan masyarakat agar kegiatan tidak mengganggu lalu lintas.

Maruarar mengingatkan panitia untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kendala selama pelaksanaan kegiatan.

“Saya minta panitia bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan adanya kendala yang harus diantisipasi sejak awal agar kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya.

TRENDING