NASIONAL
Mori Hanafi Desak Anggaran Transmigrasi Dirombak
AKTUALITAS.ID – Alokasi anggaran Kementerian Transmigrasi mendapat sorotan tajam dari Senayan. Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, terang-terangan ‘menyentil’ porsi anggaran kementerian tersebut yang dinilai sangat berat sebelah karena didominasi oleh satu program saja.
Mori mengungkap, tambahan dana dari alokasi awal yang berkisar di angka Rp400 miliar justru didistribusikan secara tidak proporsional. Lebih dari 70 persen anggaran tersedot ke satu program tertentu, mematikan potensi program-program unggulan lainnya.
“Kami melihat fokusnya terlalu tinggi sekali di sini. Jadi ini kami melihat tidak imbang. Kami khawatir kalau Bapak betul-betul fokus hanya pada program ini, cita-cita Bapak dengan transmigrasi yang bermartabat itu akan terganggu,” cecar Mori dalam rapat kerja bersama pemerintah, Kamis (24/9/2026).
Ketimpangan ini terlihat jelas pada minimnya target program vital lainnya. Mori mencontohkan program Translokal yang secara mengejutkan hanya mematok target penempatan sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK). Angka ini dinilai sangat tidak sepadan dengan skala sebuah kementerian.
“Misalnya di Translokal itu hanya bicara penempatan 75 KK. 75 KK itu terlalu kecil menurut saya, Pak Menteri,” tegasnya.
Selain masalah monopoli anggaran, DPR juga memperingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan. Sejumlah program penataan kawasan transmigrasi yang dirancang kementerian ternyata memiliki irisan langsung dengan lembaga lain, seperti Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Dalam Negeri.
Menutup kritik tajamnya, Mori mendesak Pimpinan Komisi V dan Menteri Transmigrasi untuk segera mengevaluasi dan merombak ulang postur anggaran tersebut. Ia menegaskan perlunya revisi target agar seluruh agenda pemerataan penduduk tidak jalan di tempat hanya karena salah urus prioritas dana. (Mun)
-
DUNIA24/09/2026 15:00 WIBChina Sinyal J-36 Dibekali Laser Tempur
-
OTOTEK24/09/2026 14:30 WIBMalware Baru RatHat Bikin HP Tak Lagi Aman
-
NASIONAL24/09/2026 11:00 WIBBNPB: 209,78 Hektare Masih Terbakar
-
NASIONAL24/09/2026 10:00 WIBPFI Desak Negara Kembali Cari 5 Jurnalis yang Hilang
-
NASIONAL24/09/2026 13:00 WIBAsep Wahyuwijaya: Pertumbuhan KAI Tak Boleh Mengorbankan Penumpang
-
EKBIS24/09/2026 10:30 WIBRupiah Makin Dekati Rp18 Ribu
-
DUNIA24/09/2026 12:00 WIBWali Kota New York: Netanyahu Disebut Dalang Genosida Palestina
-
EKBIS24/09/2026 11:30 WIBHarga Emas Antam 24 September Jatuh Rp25 Ribu

















